Kamis, 12 Maret 2015

Still In Love

Cast :
 Yoon Na Ra
                         Byun Baek Hyun
Support cast  :
Hye Rim
Sehun
                        Soo Hee
                        Kyung Soo
                        Hyun Mi


Cuap cuap :
          Ini adalah ff hasil bongkar pasang berkali kali, entah kenapa idenya berubah ubah terus dan akhirnya dalam dua malem selesai. Mudah mudahan reader yorobun suka yaa . ini begadang begadang loh *curcol* oh iya biar dapet feelnya dengerin lagunya Taeyang this is ain’t , Beast No More sama YongHwa One Fine Day deh. Ini terinspirasi dari tiga lagu itu. Galau bangeeeet .


Still in Love

Na Ra menghembuskan nafas kembali melihat surat undangan yang ada di laci meja kantornya
“wae unni? kau tidak akan datang ke acara itu?” Hye Rim teman kantor Na Ra
“memangnya kau akan datang?”
“sebenarnya agak malas datang ke acara seperti itu, kita hanya akan membuang waktu saja dengan membanggakan penghasilan dari pekerjaan kita, menyombongkan profesi dan semacamnya, tapi mau bagaimana lagi Sehun Oppa sudah berjanji pada temannya untuk hadir di acara itu”
Benar. Hye rim memiliki Sehun –kekasihnya- yang juga teman sekelasku memang saat SMA adalah ketua Osis , pastilah kehadirannya di tunggu oleh teman temannya
“ku dengar Baek Hyun oppa juga akan datang unn , kau tidak ingin bertemu dengannya?” sambung Hye Rim seraya merapikan mejanya..
Na Ra diam tiba tiba dadanya memanas mendengar nama itu disebut. Nama yang sudah ia  kubur dalam dalam sejak 6 tahun terakhir. Mendengar namanya tiba tiba membuat hati Na Ra serasa ditusuk sembilu, “aku yakin jika datang ke acara itu hatiku akan berdarah darah.” Bisik Na Ra dalam hati
“unni , mian , aku pulang duluan eoh ? aku ada janji dengan eomma Sehun oppa. Aku pergi duluan eoh ?”
“eo ? eoh pergilah , aku akan pulang setelah menyelesaikan artikel ini”
“jangan terlalu malam unni, tidak aman, naik taksi lah unn. Eoh?”
“jangan hawatirkan aku. hawatirkan dirimu, kau akan betemu dengan calon mertuamu“ Na Ra berdiri dan merapikan kemeja Hye Rim
“kau tahu unni , rasanya jantungku hampir meledak”
“tenanglah, kau tahu Sehun-mu sangat mencintaimu pastilah keluarganya akan menerimamu”
“semoga saja , kalau begitu aku berangkat unn. khandda”

***

Na Ra merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur , pikirannya melayang jauh , ia angkat tangannya untuk menutupi wajahnya yang tiba tiba saja basah. Baek Hyun , kenapa sakitnya masih sama . ini sudah 6 tahun sejak perpisahan itu. bisiknya

Flashback

“Yoon Na Raaaaa” teriak seorang laki laki dengan seragam yang sudah berantakan . ini masih terlalu pagi untuk membiarkan seragammu keluar dari lingkar pinggang celana.
“yya , kenapa kau tak berhenti ketika aku memanggilmu huh ?”
“….”
“yya Yoon Na Ra” Baek Hyun menghentikan Na Ra yang mengacuhkannya
“wae ?” Na Ra membuka headsetnnya
“ah , kau pakai headset ternyata. Aku mau mengajakmu sarapan bersama , mau kah ?”
“tidak terima kasih” Na Ra kembali memakai headsetnya dan kembali membuka buku kecilnya.
“tck. Dia selalu menolakku” Baek Hyun kembali mengejarnya dan merampas buku yang ada di tangan Na Ra
“kau akan menabrak jika membaca sambil berjalan” Baek Hyun menyuguhkan senyuman termanisnya ketika Na Ra menatapnya sinis
“aku sudah hafal jalan ke sekolah , jaraknya 2 km dari halte dan aku berjalan di trotoar yang satu arah dan aku bisa berjalan dengan hati hati” Na Ra memberikan penjelasan denga suara tegas, berharap Baek Hyun berhenti mengganggunya
“tck tetap saja tidak baik membaca sambil berjalan, bisa kah sekali saja kau mendengarkanku ?” Baek Hyun memang tak pernah kalah dalam hal berdebat
“baiklah , aku tidak akan membaca , kembalikan buku ku”
Na Ra menyerah merasa sia sia jika harus berdebat dengan lelaki cerewet satu ini
“akan ku kembalikan jika kita sudah sampai di kelas”
Baek Hyun berjalan mendahului Na Ra yang mendengus kesal

Baek Hyun memang sudah lama menyukai Na Ra, dan sudah sering mengakuinya terang terangan, namun Na Ra tak pernah menanggapi perasaan Baek Hyun , baginya Baek Hyun hanyalah anak laki laki yang  tak pernah serius dengan pelajarannya , dan menganggap kalau Baek Hyun hanya mempermainkannya dan mengganggunya.

“Na Ra-ya kau berangkat dengan Baek Hyun lagi ?” Tanya soo hee teman sekelas Na Ra
“tidak” jawab Na Ra singkat dan langsung duduk di kursinya yang tepat di belaKang soo hee
“kau terlihat memasuki gerbang bersamanya”
“dia merampas bukuku dan aku harus berjalan dekat dekat dengannya agar ia tidak membawa lari buku catatanku” Na Ra menatap Baek Hyun dengan tatapan garang , namun Baek Hyun membalasnya dengan tawa perseginya

“teman teman , hari ini Lee Ssaem tidak bisa hadir hari ini, dan jamnya ditukar dengan ujian sejarah” pengumuman dari Kyung Soo –ketua kelas-  membuat kelas jadi gaduh
“ige mwoyaa”
“mana bisa seperti itu , aku belajar matematika semalaman”
“menyebalkan sekali , bagaimana mungkin aku menghapus ini” Ji Soo mengangkat roknya dan menunjukkan deretan rumus dipaha putihnya
Tawa riuh memenuhi kelas , Na Ra tampak mendengus namun ia segera membuka buku sejarahnya dan membaca lembar demi lembar , berharap otak  jeniusnya bisa mengingat semua yang ia baca
“bagaimana kalau kita bertaruh ?” Baek Hyun menginterupsi
Na Ra menatapnya sinis , Baek Hyun memang selalu mengganggu hidupnya
“apa ?”
“kalau di ujian sejarah ini nilaiku sempurna kau harus berkencan denganku”
“jika tidak ?”
“ya aku akan berusaha di ujian matematika nanti . bagaimana ?”
“tck . jika aku mendapat nilai sempurna kau berhentilah menggangguku. dan jauh jauh dariku . bagaimana ?”
“itu tidak adil Na Ra-yaaa” Baek Hyun mempoutkan bibirnya
“ya sudah kalau kau tidak mau , tidak ada untungnya juga untukku”
“tck . baiklah, jika aku mendapat nilai sempurna kau harus berkencan denganku” Baek Hyun berjalan ke ke depan
“teman teman sekalian dengarkan aku, kalian tahu aku sangat sangat mencintai Na Ra , dan dia berjanji padaku jika aku mendapat nilai sempurna di ujian sejarah ini , dia akan berkencan denganku , mohon kalian bersedia membanuku dengan menjadi saksi” Baek Hyun membungkukan tubuhnya menyeruapai orang rukuk .
“aku akan menjadi saksimu Baek Hyun-ahh” jawab Sehun
“geurae kami akan melakukannya, tapi kau harus mengisinya dengan jujur. Tidak boleh mencontek” kyung soo memang sangat membenci hal hal curang
“tentu saja aku akan melakukannya”
Wajah Na Ra sudah memerah karna malu bercampur marah pada Baek Hyun “tck anak itu memang menyebalkan dan tidak tahu malu” gerutunya dalam hati

“Baek Hyun-aa fighting” soo hee mengepalkan dua tangannya memberi semangat pada Baek Hyun , Na Ra mendengus kesal
“sebenarnya siapa sih temannya” Na Ra menggumam

Flashback off

***

Na Ra bangkit dari ranjangnya dan berjalan kearah rak buku yang terletak di sudut kamarnya , ia mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dan membukanya , isinya masih sama seperti dulu , jepit rambut berbentuk kupu kupu , gelang anyaman pemberian Baek Hyun , liontin pemberian terakhir Baek Hyun, juga beberapa foto mereka”
“Baek Hyun-aah kenapa aku masih sangat mencintaimu ?” lirih Na Ra

Flashback
Na Ra menangkupkan kepalanya diatas meja . mendesah berkali kali , berbeda dengan Baek Hyun yang sedang menari nari ala DJ DOC  bersama teman temannya
“Baek Hyun-aa chukkae” teman sekelas mereka memberikan selamat pada Baek Hyun
“Na Ra-ya wae ? apa kau mengantuk ?” Baek Hyun menarik kursinya mendekat kearah Na Ra yang masih menangkupkan wajahnya diatas kertas ujiannya dengan nilai 97 .
“kalau kau mengantuk , tidurlah dipundak oppa, oppa akan memberikan pundak oppa untukmu eung ?”
Na Ra mengangkat wajahnya dan menatap sinis pada Baek Hyun “oppa ? oppa jidatmu” Na Ra memberikan tatapan sinisnya pada Baek Hyun
“wae ? aku kan memang lebih tua darimu , kau lahir 14 Juli , dan aku lahir 6 Mei , kau tahu kan Mei lebih dulu dari pada Juli . kau harus memanggilku oppa mulai sekarang . arachi ?”
“Shiroo , kita lahir ditahun yang sama”
“tetap saja aku lebih tua darimu , jadilah pacar yang menurut euhm ?” Baek Hyun menangkup wajah Na Ra membuat Na Ra merona
“aigoo uri yeocching kwiyoo”  Baek Hyun mengacak rambut Na Ra
“tck  yyaa , jangan rusak rambutku !!” Na Ra menepis tangan Baek Hyun
Baek Hyun merogoh sakunya dan menyerahkan sebuah jepitan rambut berbentuk kupu kupu, ia menarik pita rambut yang mengikat rambut Na Ra , membuat anak rambut Na Ra tergerai dengan alaminya, lalu Baek Hyun merapikan poni Na Ra dan menjepitkan jepitan kupu kupu yang ada di tangannya di rambut Na Ra
“kau lebih cantik jika menunjukkan keningmu, aah rasanya aku ingin mengecupnya. Bolehkah ?”
Seketika Na Ra membelalakan matanya tak percaya . Baek Hyun tertawa mengusap pipi Na Ra
“bercanda. Aku hanya bercanda , aku tidak akan melakukannya sekarang tenang saja , lihat matamu hampir keluar dari rongganya”
Baek Hyun bangkit dan mengusap rambut Na Ra sambil tersenyum
“itu adalah hadiah hari pertama kita , simpan baik baik jagi”
Baek Hyun kembali ke mejanya meninggalkan Na Ra yang merona dan susah payah menenangkan degup jantungnya “kenapa dengan jantungku , kenapa ia berdebar lebih dari biasanya” Na Ra menyentuh dadanya mencoba meredakan degupannya. Nihil

***

“Na Rayaa kau mau pergi bersamaku ?”
“kemana ?” jawab Na Ra.
“merayakan hari ke 100 kita , otte ?”
“tapi aku tidak pernah bolos sekolah sebelumnya”
“hanya kali ini eoh ? jebal ?!” Baek Hyun mengeluarkan aegyonya
“tck. Baiklah , hari ini saja !”

Ya . perlahan Na Ra bisa menerima ketulusan Baek Hyun. Tak bisa dipungkiri pula kini perasaan Na Ra pada Baek Hyun mulai tumbuh , bersemi dan mungkin akan segera beremekaran dengan kehangatan Baek Hyun.

“kita mau kemana ? kenapa naik subway luar kota”
“emm aku ingin melihat pantai Na Ra-ya , kita ke busan eoh ?”
“mwo ? jauh sekali, setelah gelap tidak ada subway ke seoul oppa ! “  Na Ra merengek , hal yang sangat disukai Baek Hyun dan membuatnya tersenyum bahagia , karena hanya dialah satu satunya orang yang bisa melihat Na Ra merengek seperti ini. Na Ra yang diketahui orang lain adalah Na Ra yang mandiri dan disiplin , berbeda dengan Na Ra jika bersama Baek Hyun
“kalau begitu kita bisa menginap di penginapan”
“mwoo ?” Na Ra membelalakan matanya
“besok adalah ulang tahunku , aku ingin kau yang menjadi orang pertama yang mengucapkannya padaku”
“lalu bagaimana dengan ayahku ?”
“ah matta . chakkaman”
Baek Hyun mengeluarkan ponselnya mengetikkan sesuatu dan menempelkan benda pintar itu ke telinganya
“yobseyo , aboji aku Baek Hyun” Baek Hyun menyentuh ikon loudspeaker
“ya , ada apa Baek Hyun ?” jawab laki laki paruh baya di sebrang
“pulang sekolah nanti aku dan Na Ra akan ke tempat nenekku di busan aboji , bolehkah ? besok adalah hari ulang tahunku dan neneku ingin aku memperkenalkan Na Ra pada nenekku Bolehkan Na Ra ikut bersamaku ?”
“kau ulang tahun ? selamat ulang tahun Baek Hyun-aa,  tapi , apakah tidak merepotkan ? dan juga apakah Na Ra bersedia ikut denganmu , aku tentu saja akan mengijinkan jika Na Ra memang ingin pergi”
“ne , dia sebenarnya bersedia , tapi dia hawatir padamu aboji “
“Na Ra-ya jangan hawatirkan appa , jika kau ingin pergi dengan Baek Hyun , pergilah , appa baik baik saja . hati hati di jalan eoh ?”
“eoh aboji kamsahabnida”
“nee , kkeuno” plip sambungan terputus
“lihatlah , ayahmu sangat percaya padaku , aku tak akan membahayakanmu aku berjanji”
“ayah percaya padamu tapi kau membohonginya”
“secara keseluruhan si tidak”
“apanya yang tidak ?” Na Ra menatapnya sinis
“sudahlah jangan banyak bicara , kita akan melakukan perjalanan jauh. “ Baek Hyun merangkul Na Ra menggiringnya memasuki subway

Sampai di Busan

Baek Hyun menggandeng tangan Na Ra yang terlihat kebingungan karena mereka kini memasuki sebuah lingkungan pemakaman tua namun terurus, Baek Hyun menghentikan langkahnya

“kita tidak sepenuhnya berbohong pada ayahmu , halmoni anneyonghaseyo. Aku datang kemari bersama pacarku , dia cantikkan ?”
Na Ra terdiam memandangi nisan bertuliskan Kim Yo Hyun
“insae jagi”
“anneyong haseyo joneun Yoon Na Ra imnida” Na Ra membungkukan kepalanya
Baek Hyun berjongkok dan meletakkan bunga lili di atas nisan neneknya
“eomma dan appa selalu sibuk halmoni , mereka jarang memperhatikanku , mereka bahkan tidak ingat besok adalah ulang tahunku, aku merindukanmu halmoni , aku ingin memakan sup rumput laut buatanmu. Sup rumput laut yang di buat dengan kasih sayang. hiks” Baek Hyun mengusap air matanya

Na Ra menyentuh pundak Baek Hyun, namun tangis Baek Hyun tak berhenti bahkan isakannya lebih keras. Na Ra ikut berjongkok dan menarik Baek Hyun ke pelukannya , dengan lembut Na Ra mengusap punggung Baek Hyun

“uljima , masih ada aku yang menyayangimu dan memperhatikanmu, eoh ? aku juga akan membuatan sup rumput laut di setiap ulang tahunmu. Uljima Baek Hyun-ah. Hikss” mendengar tangisan Baek Hyun membuat Na Ra tak mampu menahan air matanya , anak laki laki yang sangat ceria di sekolahnya bisa menangis sepilu ini , Na Ra tidak percaya laki laki yang ada di pelukannya ini adalah Baek Hyun.

“mianhe…” Baek Hyun melonggarkan pelukan mereka
“mianhe membuatmu menangis , dan membiarkanmu melihat sisi lemahku. Padahal aku berjanji tak akan pernah membuatmu menangis”
Na Ra bangkit dan mengulurkan tangannya
“kajja , kita habiskan hari ini dengan senyuman oppa”
Baek Hyun memandangi Na Ra dan tangannya yang terulur bergantian , dalam hitungan detik tangan mereka kini saling menggenggam , membungkuk kea rah nisan nenek Baek Hyun dan berlalu meninggalkan pemakaman itu

Baek Hyun mengajak Na Ra jalan jalan kesebuah taman hiburan , menaiki bermacam macam wahana permainan bianglala , kerta kuda berputar , rumah hantu yang berakhir dengan Baek Hyun yang tak henti hentinya berteriak dan bersembunyi di balik Na Ra .
“kau tidak takut jagi ?” Baek Hyun mengeratkan gandengannya pada Na Ra
“apa yang harus di takutkan si Baek Hyun ? mereka itu manusia yang hanya memakai kostum hantu, kau benar benar mempermalukanku ckckck”

Na Ra memberikan sebotol air mineral pada Baek Hyun , wajah Baek Hyun pucat pasi
“oppa , gwenchana ?”
“……………”
“kau mau pulang ke seoul sekarang ? kurasa masih ada subway jam 6 nanti”
“tidak , kita harus lihat matahari terbenam di pantai, kajja”
Baek Hyun beridiri dengan kakinya yang masih bergetar , sepertinya efek rumah hantu yang tadi ia masuki belum sepenuhnya hilang.
“baiklah , kau memang sangat keras kepala”

Mereka berjalan dengan tangan yang tetap terjalin , melewati beberapa blok pasar dan perkampungan hingga sampai dihamparan laut yang biru , Baek Hyun menggandeng Na Ra naik ke bebatuan agar dapat melihat laut lebih tinggi
“aaah yeppudaa” Baek Hyun menyunggingkan senyum melihat Na Ra dengan wajahnya yang sumringah , rambutnya panjangnya yang diterpa angin memperlihatkan seluruh wajah Na Ra
“kau memiliki kening yang cantik” Baek Hyun menyelipkan anak rambut Na Ra kebelaKang telinganya, Na Ra menatapnya , tangan Baek Hyun mengelus pipi Na Ra dengan ibu jarinya , ada rasa nyaman yang tiba tiba menjalar masuk kedalam hati Na Ra , mereka saling menatap dan pada akhirnya Baek Hyun memangkas jarak merka dan menautkan bibirnya tepat di bibir Na Ra, perlahan , lembut dan tak menuntut , meresapi perasaan yang membuncah dalam dadanya , memejamkan matanya menyalurkan ketulusannya pada Na Ra, Na Ra pun ikut memejamkan matanya menerima ketulusan Baek Hyun.

Flashback off

***

Foto yang ada ditangan Na Ra tiba tiba saja basah , Baek Hyun dan Na Ra muda yang tampak bahagia di foto itu berbeda dengan Na Ra yang kini terus menerus mengalirkan air asin dari matanya.

Flashback
Hari itu adalah hari 200 mereka , Baek Hyun memberikan gelang anyaman kepada Na Ra
“jagi , berikan tanganmu”
“mau kau apakan ?”
“sudah berikan sajaaaa” Baek Hyun memasangkan gelang berwarna pink ke tangan Na Ra
“ini punyaku , merah melambangkan keberanianku”
“keberanian jidatmu ! keluar dari rumah hantu ka bahkan tak bisa berjalan”
“tck , bisakah kau melupakan itu ? kau lihat sendiri hantu jadi jadian itu bahkan lebih menyeramkan dari hantu sungguhan”
“seperti sudah pernah melihat hantu sungguhan saja kau ini”
“tck , kemarilah kita foto bersama”
Baek Hyun mengeluarkan ponselnya
“tunjukkan gelangmu di kamera sayang” mereka mengambil gambar dengan V pose

Flashback off

***

Na Ra merapikan isi kotak itu dan berjalan kearah kamar mandi , mungkin dengan berendam Baek Hyun akan menghilang dari pikirannya.

***
Keeseokan harinya
              Na Ra duduk di mejanya dengan lemas , karena wajah Baek Hyun yang tak mau pergi dari pikirannya semalam ia tak bisa benar benar tidur.
“unni , kau sakit ?” suara hye rim membuat Na Ra mengangkat wajahnya dari meja
“anii”
“wajahmu terlihat muram , juga unni matamu lingkar matamu kentara sekali”
“aku tidak bisa tidur semalam”
“wae ?”
“aku ingat Baek Hyun”
“ah , kau memang selalu seperti ini jika mengingat Baek Hyun oppa, yasudah istirahatlah lagi pula besok weekend jadi tidak banyak pekerjaan hari ini , aku akan membantumu membuat artikel yang tersisa”
“eoh gumawo , tapi kenapa ? ada apa dengan hari ini ? tidak biasanya . ah matta bagaimana makan malammu ?”
“tck . lihat kalendermu unn , ini tanggal berapa dan juga makan malamku berjalan baik , ibunya Sehun oppa benar benar memperlakukanku dengan baik”
“eo ? syukurlah , tapi memangnya sekarang tanggal berapa ?”
“molla , eoh matta unni , aku menyimpan sesuatu di lacimu yang paling bawah, bukalah”

Na Ra membuka laci yang disebutkan oleh Hye Rim dan menemukan kotak besar
“ige mwonde ?”
“bukalah” Hye Rim tersenyum manis pada Na Ra
Na Ra membukanya dan matanya terbelalak mendapati isi dari kotak itu , sebuah gaun satin berwarna peach , sangat lembut dan cantik.
“selamat ulang tahun unni”
Na Ra melihat kalender di mejanya . 16 Juli . tak ada tanda atau apapun di tanggal itu. Na Ra tak lagi menganggap tanggal lahirnya special. Siapa lagi yang akan merasa ulang tahunnya bahagia jika orang yang kau cintai tak lagi bersamamu. Oh itu memang sangat menyedihkan.

Na Ra kembali teringat Baek Hyun yang memberinya sebuah liontin di hari ulangtahunnya, hari dimana ia terakhir bertemu dengan Baek Hyun. Bukan , bukan hari itu mereka berpisah. Tapi hari itu adalah hari dimana mereka terajhir berduaan , disekolah mereka jarang menghabiskan waktu bersama karna sudah mendekati ujian masuk perguruan tinggi , dan juga upacara hari kelulusan mereka. Baek Hyun berjanji akan menemui Na Ra di taman pada saat malam natal, namun sampai akhir Baek Hyun tidak datang.

Na Ra berdiri di taman air mancur yang membeku , ia mengenakan semua hadiah dari Baek Hyun, jepit rambut kupu kupu , gelang anyaman , hingga liontin berisi foto Baek Hyun dan dirinya. Na Ra terus dan terus menunggu Baek Hyun hingga malam natal berakhir, hoodienya sudah penuh dengan salju, hidungnya sudah berubah jadi kemerahan. Penghangat yang ia kenakan tidak lagi mampu menghangatkannya. Sampai akhir Baek Hyun tak datang. tak muncul kembali , tak ada lagi Baek Hyun yang selalu menempeli Na Ra. Sampai detik ini Na Ra tidak tahu alasan mengapa Baek Hyun menghilang . Na Ra pun sudah tak lagi memiliki keberanian menanyakan Baek Hyun , apakah ia baik baik saja , dimana dia sekarang , semuanya akan menyakitkan jika ia ketahui. Baaekhyun benar benar menghilang dari kehdupannya Na Ra namun sialnya tak pernah hilang dari hatinya.

***

Akhirnya Na Ra berdiri di dalam gedung yang penuh dengan teman teman SMAnya , oh Kang Hye Rim lah dalang dari semua ini , gaun pemberiannya , seharian penuh tinggal di salon untuk di make over membuat Na Ra sangat lelah di tambah high hels yang membuatnya seperti berdiri diatas jurang.
“unni , tersenyumlah tck sudah susah payah aku mengajakmu ke salon kau malah mengacaukan dandananmu sendiri”
“aku kan sudah bilang tak mau datang , kenapa kau memaksaku datang Hye Rim-ah” Na Ra menyipitkan matanya
“anyeong” sapa seorang laki laki mengenakan setelan jas berwarna navy , serasi dengan gaun yang di kenakan Hye Rim. siapa lagi kalau bukan Oh Sehun
“anneyong oppa” Hye Rim merangkul lengan Sehun
“ah Na Raya uri manida, ah akhirnya kau datang juga ke acara reuni , padahal ini sudah dilakukan empat kali”
“ah mian Sehun-ah aku tidak sempat datang kemarin kemarin”
“geurae gwenchana , eo .. Baek Hyun… Baek Hyunaaa disini” Sehun melambaikan tangannya kearah seseorang dari arah pintu masuk
“Baek Hyun… apakah dia benar Baek Hyun” gumam Na Ra
“memangnya ada berapa Baek Hyun yang ada disekolahmu Yoon Na Ra” ia mengingatkan dirinya sendiri
“anyeong Sehun-ah” sapa Baek Hyun yang kini berdiri tepat disamping Na Ra
“anneyong Baek Hyunaa, ah matta ini Hye Rim , pacarku”
“anneyonghaseyo Kang Hye Rim imnida ” sapa Hye Rim seraya mengulurkan tangannya
“ah anneyonghseyo , Byun Baek Hyun imnida . aku banyak mendengar tentangmu dari Sehun , akhirnya bisa bertemu denganmu, senang bertemu denganmu” Baek Hyun membalas uluran tangan Hye Rim
 Mendengar nama Baek Hyun membuat jantung Na Ra tiba tiba sakit jantung , benar saja perih di hatinya terasa sangat menyayat. Mungkin kah sudah berdarah darah seperti pikirannya tempo hari ?

“ah matta , Baek Hyun-ah ini Yoon Na Ra , kau ingat ? gadis yang kau tempeli setiap hari waktu SMA dulu ?”
Dengan segenap kekuatan yang tersisa Na Ra mendongakkan kepalanya dan matanya kini menatap laki laki yang ,membuatnya lupa bernafas, rambutnya tersisir rapi , setelan jas yang pas juga tak ada kemeja yang keluar dari lingkar pingang. Sangat berbeda dengan bekhyun yang dulu.
“anneyong Na Ra-ya” suaranya pun lebih terasa bassnya . khas seorang laki laki dewasa
“an..anneyong” balas Na Ra yang segera menglihkan pandangannya dari Baek Hyun
Tiba tiba datang seorang gadis yang menggandeng tangan Baek Hyun
“oppa , aku mencarimu kemana mana tck”
Baek Hyun memutar bola matanya,
“aku permisi sebentar” Na Ra melangkah menjauhi empat pasangan itu , ya meski belum jelas siapa gadis yang menggandeng Baek Hyun dan memanggilnya oppa itu , namun jika terus berada disana itu hanya akan menyakiti dirinya sendiri.

“oppa nugunde ?” gadis itu mengedikkan dagunya kearah Na Ra yang berjalan ke arah balkon
“Yoon Na Ra”
“mwo ? dia pasti akan salah paham melihat ku”
“siapa suruh kau menggandengku seintim ini ?”
“ah mian” hyun mi melepaskan tangannya
“Hye Rim-ah gumawo” Baek Hyun membungkuk dan berjalan kearah balkon
“semoga mereka bisa berbaikan eoh oppa” Hye Rim menyandarkan kepalanya di pundak Sehun
“eoh. Semoga”
“aku mau bergabung kedalam eoh ? kalau Baek Hyun oppa mencariku”
“dia tak akan mencarimu” balas Sehun ketus

Na Ra melepas high helsnya dan merutuk kesa
“harusnya kau tak usah datang kesini bodoh ! lihatlah sibodoh Baek Hyun sudah memiliki gadis lain. Dasar laki laki menyebalkan. Tck agggh”
Na Ra hendak mengusap wajahnya agar make upnya terhapus namun ada tangan yang menangkapnya
“kau akan terlihat menyeramkan jika menghapus make up dengan tangan kosong”
Na Ra mengalihkan pandangannya dan matanya bertemu denga manic hitam milik Baek Hyun. Begitu teduh
“bukan urusanmu” Na Ra mengempaskan tangan Baek Hyun
Entah kenapa dia merasa jengkel pada Baek Hyun mengingat kejadian di dalam lima menit lalu.
“tentu saja itu urusanku , aku tidak mau calon istriku terlihat menyeramkan di acara lamaranku hari ini”
“tck . yang benar saja Byun baek hyun . yang akan mengahpus make up adalah aku bukan gadis tadi”
“gadis mana ? aa Hyun Mi ?”
“oh Hyun Mi nama jalang itu” rutuk Na Ra
“mworago ?” Baek Hyun berpura pura tak mendengar
“ani, amutgo aniya , Baek Hyun bisakah kau tinggalkan aku ? aku tidak sedang ingin bertemu denganmu”
“aku tidak mau , aku ingin bertemu denganmu. Aku merindukanmu”
Na Ra terdiam. “jangan terpengaruh Na Ra ya . dia adalah bajingan yang sudah meninggalkanmu tanpa alasan” Na Ra mengingatkan dirinya sendiri
Baek Hyun membungkukan kepalanya . menyandarkan kepalanya di bahu Na Ra . Na Ra terdiam.
“maafkan aku tidak datang waktu itu, maafkan aku. Kau pasti menungguku. Maafkan aku Yoon Na Ra” terdengar isakan dari sela sela ucapan Baek Hyun
Air mata lebih dulu bekerja dari pada mulut Na Ra yang berbicara.
“aku…hikss… aku menunggumu sampai malam natal berakhir…hikss”
“aku ingin datang , aku ingin datang hari itu , tapi hari itu eomma membawaku pergi dari seoul. Appaku menikah lagi dengan ibu Hyun Mi, appa menyakiti eomma, aku tidak mungkin meninggalkan eomma sendirian, empat tahun lalu , tepatnya dua tahun setelah aku meninggalkan seoul. Eommaku meninggal dan aku kembali tinggal di seoul. Aku tau kau berada dimana , aku melihatmu setiap hari sebelum kau berangkat kerja, aku selalu datang ke acara reuini berharap kau datang. Awalnya aku tak berani mendekatimu lagi, aku merasa tak termaafkan. Tapi setelah mendengar cerita Sehun tentang Hye Rim dan dirimu, aku merasa setidaknya aku harus meminta maaf padamu atas kesalahanku . entah setelahnya kita bisa kembali atau tidak yang terpenting adalah aku bertemu denganmu. Aku merindukanmu Na Ra-ya” Baek Hyun menarik Na Ra ke pelukannya, ia merasa kemejanya basah oleh cairan hangat. Air mata Na Ra.
“maukah kau memaafkanku ?” Baek Hyun melonggarkan pelukannya
Na Ra menatap bola mata Baek Hyun dan mengangguk penuh keyakinan.
“maukah kau menikah denganku ?”
Na Ra melonggarkan pelukannya
“aku hanya bilang aku memaafkanmu , aku tidak bilang aku masih mencintaimu” Na Ra menjauhkan diri dari Baek Hyun
“benarkh ? lalu kenapa kau pergi melihat ku di gandeng oleh Hyun Mi ?”
“eemmm. Ituu.. em aku tidak pergi karna itu , aku hanya tidak tahan memakai sepatu sialan ini “ Na Ra menendang sepatu yang tidak bersalah itu
“benarkah ?” Baek Hyun menatap mata Na Ra mencari kebeNa Ran namun tak ia dapatkan
“tck . iya aku tidak suka kau di gandeng oleh wanita lain , aku tidak suka kau dipanggil oppa oleh orang lain. Puas ?” Na Ra menutup wajahnya dan mengehentakkan kakinya hendak melangkah memasuki ruangan , namun terhenti ketika Baek Hyun memeluknya dari belaKang
“menikahlah denganku Na Ra-ya”
Na Ra diam , ia merasa ada sesuatu yang masuk ke jari manisnya. Ia mengangkat tangan kirinya . disana tersemat cincin cantik, nana menatap Baek Hyun
“cincinnya sudah di jarimu , kau harus menikah denganku” chu~ Baek Hyun melumat bibir Na Ra, tak memberikan Na Ra kesempatan menolak, dan pada akhirnya Na Ra membalas ciuman Baek Hyun . memberi tahu Baek Hyun betapa rindunya ia pada Baek Hyun setelah 6 tahun berpisah. Tentu saja Baek Hyun juga merasakan hal yang sama.

Setelah ciuman panjang itu Baek Hyun menggandeng Na Ra memasuki ruangan “teman teman sekalian , aku ingin meminta bantuan pada kalian hari ini , mau kah kalian menjadi saksi agar gadis ini tidak lari dari altar ? aku akan menikah dengan Yoon Na Ra secepatnya , mohon bantuannya”
Baek Hyun membungkuk
“tidak tahu malunya masih belum berubah” gumam Na Ra , namun ia ikut membungkuk, bakehyun memandang Na Ra dengan kerutan di dahinya “aku juga tidak mau pengantin prianya kabur ketika aku memasuki altar seperti yang kita tahu”
Baek Hyun tersenyum dan menarik tengkuk Na Ra melumat bibir Na Ra sekali lagi , membuat Na Ra merona. Disambut tepukan meriah dari teman temannya. Juga senyuman kebahagiaan dari orang terdekat mereka.

End

Maaf banget kalo alurnya kecepetan. Ff init uh udah berkali kali di bongkar pasang. Semoga ka Sarah sukaa , terima kasih ka Diah udah kasoh ijin aku pake tokoh Na Ra *bow

RCL juseyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar