Cast :
Yoon Na Ra
Byun
Baek Hyun
Support cast :
Hye Rim
Sehun
Soo
Hee
Kyung
Soo
Hyun
Mi
Cuap cuap :
Ini
adalah ff hasil bongkar pasang berkali kali, entah kenapa idenya berubah ubah
terus dan akhirnya dalam dua malem selesai. Mudah mudahan reader yorobun suka
yaa . ini begadang begadang loh *curcol* oh iya biar dapet feelnya dengerin
lagunya Taeyang
this is ain’t , Beast No More sama YongHwa One Fine Day deh. Ini
terinspirasi dari tiga lagu itu. Galau bangeeeet .
Still in Love
Na Ra menghembuskan nafas kembali
melihat surat undangan yang ada di laci meja kantornya
“wae unni? kau tidak akan datang
ke acara itu?” Hye Rim teman kantor Na Ra
“memangnya kau akan datang?”
“sebenarnya agak malas datang ke
acara seperti itu, kita hanya akan membuang waktu saja dengan membanggakan
penghasilan dari pekerjaan kita, menyombongkan profesi dan semacamnya, tapi mau
bagaimana lagi Sehun Oppa sudah berjanji pada temannya untuk hadir di acara
itu”
Benar. Hye rim memiliki Sehun
–kekasihnya- yang juga teman sekelasku memang saat SMA adalah ketua Osis ,
pastilah kehadirannya di tunggu oleh teman temannya
“ku dengar Baek Hyun oppa juga
akan datang unn , kau tidak ingin bertemu dengannya?” sambung Hye Rim seraya
merapikan mejanya..
Na Ra diam tiba tiba dadanya
memanas mendengar nama itu disebut. Nama yang sudah ia kubur dalam dalam sejak 6 tahun terakhir.
Mendengar namanya tiba tiba membuat hati Na Ra serasa ditusuk sembilu, “aku
yakin jika datang ke acara itu hatiku akan berdarah darah.” Bisik Na Ra dalam
hati
“unni , mian , aku pulang duluan
eoh ? aku ada janji dengan eomma Sehun oppa. Aku pergi duluan eoh ?”
“eo ? eoh pergilah , aku akan
pulang setelah menyelesaikan artikel ini”
“jangan terlalu malam unni,
tidak aman, naik taksi lah unn. Eoh?”
“jangan hawatirkan aku.
hawatirkan dirimu, kau akan betemu dengan calon mertuamu“ Na Ra berdiri dan
merapikan kemeja Hye Rim
“kau tahu unni , rasanya
jantungku hampir meledak”
“tenanglah, kau tahu Sehun-mu
sangat mencintaimu pastilah keluarganya akan menerimamu”
“semoga saja , kalau begitu aku
berangkat unn. khandda”
***
Na Ra merebahkan tubuhnya diatas
tempat tidur , pikirannya melayang jauh , ia angkat tangannya untuk menutupi
wajahnya yang tiba tiba saja basah. Baek Hyun , kenapa sakitnya masih sama .
ini sudah 6 tahun sejak perpisahan itu. bisiknya
Flashback
“Yoon Na Raaaaa”
teriak seorang laki laki dengan seragam yang sudah berantakan . ini masih
terlalu pagi untuk membiarkan seragammu keluar dari lingkar pinggang celana.
“yya , kenapa kau
tak berhenti ketika aku memanggilmu huh ?”
“….”
“yya Yoon Na Ra” Baek
Hyun menghentikan Na Ra yang mengacuhkannya
“wae ?” Na Ra membuka
headsetnnya
“ah , kau pakai
headset ternyata. Aku mau mengajakmu sarapan bersama , mau kah ?”
“tidak terima
kasih” Na Ra kembali memakai headsetnya dan kembali membuka buku kecilnya.
“tck. Dia selalu
menolakku” Baek Hyun kembali mengejarnya dan merampas buku yang ada di tangan Na
Ra
“kau akan menabrak
jika membaca sambil berjalan” Baek Hyun menyuguhkan senyuman termanisnya ketika
Na Ra menatapnya sinis
“aku sudah hafal
jalan ke sekolah , jaraknya 2 km dari halte dan aku berjalan di trotoar yang
satu arah dan aku bisa berjalan dengan hati hati” Na Ra memberikan penjelasan
denga suara tegas, berharap Baek Hyun berhenti mengganggunya
“tck tetap saja
tidak baik membaca sambil berjalan, bisa kah sekali saja kau mendengarkanku ?” Baek
Hyun memang tak pernah kalah dalam hal berdebat
“baiklah , aku
tidak akan membaca , kembalikan buku ku”
Na Ra menyerah
merasa sia sia jika harus berdebat dengan lelaki cerewet satu ini
“akan ku kembalikan
jika kita sudah sampai di kelas”
Baek Hyun berjalan
mendahului Na Ra yang mendengus kesal
Baek Hyun memang
sudah lama menyukai Na Ra, dan sudah sering mengakuinya terang terangan, namun Na
Ra tak pernah menanggapi perasaan Baek Hyun , baginya Baek Hyun hanyalah anak
laki laki yang tak pernah serius dengan
pelajarannya , dan menganggap kalau Baek Hyun hanya mempermainkannya dan
mengganggunya.
“Na Ra-ya kau
berangkat dengan Baek Hyun lagi ?” Tanya soo hee teman sekelas Na Ra
“tidak” jawab Na Ra
singkat dan langsung duduk di kursinya yang tepat di belaKang soo hee
“kau terlihat
memasuki gerbang bersamanya”
“dia merampas
bukuku dan aku harus berjalan dekat dekat dengannya agar ia tidak membawa lari
buku catatanku” Na Ra menatap Baek Hyun dengan tatapan garang , namun Baek Hyun
membalasnya dengan tawa perseginya
“teman teman , hari
ini Lee Ssaem tidak bisa hadir hari ini, dan jamnya ditukar dengan ujian
sejarah” pengumuman dari Kyung Soo –ketua kelas- membuat kelas jadi gaduh
“ige mwoyaa”
“mana bisa seperti
itu , aku belajar matematika semalaman”
“menyebalkan sekali
, bagaimana mungkin aku menghapus ini” Ji Soo mengangkat roknya dan menunjukkan
deretan rumus dipaha putihnya
Tawa riuh memenuhi
kelas , Na Ra tampak mendengus namun ia segera membuka buku sejarahnya dan
membaca lembar demi lembar , berharap otak
jeniusnya bisa mengingat semua yang ia baca
“bagaimana kalau
kita bertaruh ?” Baek Hyun menginterupsi
Na Ra menatapnya
sinis , Baek Hyun memang selalu mengganggu hidupnya
“apa ?”
“kalau di ujian
sejarah ini nilaiku sempurna kau harus berkencan denganku”
“jika tidak ?”
“ya aku akan
berusaha di ujian matematika nanti . bagaimana ?”
“tck . jika aku
mendapat nilai sempurna kau berhentilah menggangguku. dan jauh jauh dariku .
bagaimana ?”
“itu tidak adil Na
Ra-yaaa” Baek Hyun mempoutkan bibirnya
“ya sudah kalau kau
tidak mau , tidak ada untungnya juga untukku”
“tck . baiklah,
jika aku mendapat nilai sempurna kau harus berkencan denganku” Baek Hyun
berjalan ke ke depan
“teman teman
sekalian dengarkan aku, kalian tahu aku sangat sangat mencintai Na Ra , dan dia
berjanji padaku jika aku mendapat nilai sempurna di ujian sejarah ini , dia
akan berkencan denganku , mohon kalian bersedia membanuku dengan menjadi saksi”
Baek Hyun membungkukan tubuhnya menyeruapai orang rukuk .
“aku akan menjadi
saksimu Baek Hyun-ahh” jawab Sehun
“geurae kami akan
melakukannya, tapi kau harus mengisinya dengan jujur. Tidak boleh mencontek”
kyung soo memang sangat membenci hal hal curang
“tentu saja aku
akan melakukannya”
Wajah Na Ra sudah
memerah karna malu bercampur marah pada Baek Hyun “tck anak itu memang
menyebalkan dan tidak tahu malu” gerutunya dalam hati
“Baek Hyun-aa
fighting” soo hee mengepalkan dua tangannya memberi semangat pada Baek Hyun , Na
Ra mendengus kesal
“sebenarnya siapa
sih temannya” Na Ra menggumam
Flashback off
***
Na Ra bangkit dari ranjangnya dan
berjalan kearah rak buku yang terletak di sudut kamarnya , ia mengeluarkan sebuah
kotak berukuran sedang dan membukanya , isinya masih sama seperti dulu , jepit
rambut berbentuk kupu kupu , gelang anyaman pemberian Baek Hyun , liontin
pemberian terakhir Baek Hyun, juga beberapa foto mereka”
“Baek Hyun-aah kenapa aku masih
sangat mencintaimu ?” lirih Na Ra
Flashback
Na Ra menangkupkan
kepalanya diatas meja . mendesah berkali kali , berbeda dengan Baek Hyun yang
sedang menari nari ala DJ DOC bersama
teman temannya
“Baek Hyun-aa
chukkae” teman sekelas mereka memberikan selamat pada Baek Hyun
“Na Ra-ya wae ? apa
kau mengantuk ?” Baek Hyun menarik kursinya mendekat kearah Na Ra yang masih menangkupkan
wajahnya diatas kertas ujiannya dengan nilai 97 .
“kalau kau
mengantuk , tidurlah dipundak oppa, oppa akan memberikan pundak oppa untukmu
eung ?”
Na Ra mengangkat
wajahnya dan menatap sinis pada Baek Hyun “oppa ? oppa jidatmu” Na Ra
memberikan tatapan sinisnya pada Baek Hyun
“wae ? aku kan
memang lebih tua darimu , kau lahir 14 Juli , dan aku lahir 6 Mei , kau tahu
kan Mei lebih dulu dari pada Juli . kau harus memanggilku oppa mulai sekarang .
arachi ?”
“Shiroo , kita
lahir ditahun yang sama”
“tetap saja aku
lebih tua darimu , jadilah pacar yang menurut euhm ?” Baek Hyun menangkup wajah
Na Ra membuat Na Ra merona
“aigoo uri
yeocching kwiyoo” Baek Hyun mengacak
rambut Na Ra
“tck yyaa , jangan rusak rambutku !!” Na Ra
menepis tangan Baek Hyun
Baek Hyun merogoh
sakunya dan menyerahkan sebuah jepitan rambut berbentuk kupu kupu, ia menarik
pita rambut yang mengikat rambut Na Ra , membuat anak rambut Na Ra tergerai
dengan alaminya, lalu Baek Hyun merapikan poni Na Ra dan menjepitkan jepitan kupu
kupu yang ada di tangannya di rambut Na Ra
“kau lebih cantik
jika menunjukkan keningmu, aah rasanya aku ingin mengecupnya. Bolehkah ?”
Seketika Na Ra
membelalakan matanya tak percaya . Baek Hyun tertawa mengusap pipi Na Ra
“bercanda. Aku
hanya bercanda , aku tidak akan melakukannya sekarang tenang saja , lihat
matamu hampir keluar dari rongganya”
Baek Hyun bangkit
dan mengusap rambut Na Ra sambil tersenyum
“itu adalah hadiah
hari pertama kita , simpan baik baik jagi”
Baek Hyun kembali
ke mejanya meninggalkan Na Ra yang merona dan susah payah menenangkan degup
jantungnya “kenapa dengan jantungku , kenapa ia berdebar lebih dari biasanya” Na
Ra menyentuh dadanya mencoba meredakan degupannya. Nihil
***
“Na Rayaa kau mau
pergi bersamaku ?”
“kemana ?” jawab Na
Ra.
“merayakan hari ke
100 kita , otte ?”
“tapi aku tidak
pernah bolos sekolah sebelumnya”
“hanya kali ini eoh
? jebal ?!” Baek Hyun mengeluarkan aegyonya
“tck. Baiklah ,
hari ini saja !”
Ya . perlahan Na Ra
bisa menerima ketulusan Baek Hyun. Tak bisa dipungkiri pula kini perasaan Na Ra
pada Baek Hyun mulai tumbuh , bersemi dan mungkin akan segera beremekaran
dengan kehangatan Baek Hyun.
“kita mau kemana ?
kenapa naik subway luar kota”
“emm aku ingin
melihat pantai Na Ra-ya , kita ke busan eoh ?”
“mwo ? jauh sekali,
setelah gelap tidak ada subway ke seoul oppa ! “ Na Ra merengek , hal yang sangat disukai Baek
Hyun dan membuatnya tersenyum bahagia , karena hanya dialah satu satunya orang
yang bisa melihat Na Ra merengek seperti ini. Na Ra yang diketahui orang lain
adalah Na Ra yang mandiri dan disiplin , berbeda dengan Na Ra jika bersama Baek
Hyun
“kalau begitu kita
bisa menginap di penginapan”
“mwoo ?” Na Ra
membelalakan matanya
“besok adalah ulang
tahunku , aku ingin kau yang menjadi orang pertama yang mengucapkannya padaku”
“lalu bagaimana
dengan ayahku ?”
“ah matta .
chakkaman”
Baek Hyun
mengeluarkan ponselnya mengetikkan sesuatu dan menempelkan benda pintar itu ke
telinganya
“yobseyo , aboji
aku Baek Hyun” Baek Hyun menyentuh ikon loudspeaker
“ya , ada apa Baek
Hyun ?” jawab laki laki paruh baya di sebrang
“pulang sekolah
nanti aku dan Na Ra akan ke tempat nenekku di busan aboji , bolehkah ? besok
adalah hari ulang tahunku dan neneku ingin aku memperkenalkan Na Ra pada
nenekku Bolehkan Na Ra ikut bersamaku ?”
“kau ulang tahun ?
selamat ulang tahun Baek Hyun-aa, tapi ,
apakah tidak merepotkan ? dan juga apakah Na Ra bersedia ikut denganmu , aku
tentu saja akan mengijinkan jika Na Ra memang ingin pergi”
“ne , dia
sebenarnya bersedia , tapi dia hawatir padamu aboji “
“Na Ra-ya jangan
hawatirkan appa , jika kau ingin pergi dengan Baek Hyun , pergilah , appa baik
baik saja . hati hati di jalan eoh ?”
“eoh aboji
kamsahabnida”
“nee , kkeuno” plip
sambungan terputus
“lihatlah , ayahmu
sangat percaya padaku , aku tak akan membahayakanmu aku berjanji”
“ayah percaya
padamu tapi kau membohonginya”
“secara keseluruhan
si tidak”
“apanya yang tidak
?” Na Ra menatapnya sinis
“sudahlah jangan
banyak bicara , kita akan melakukan perjalanan jauh. “ Baek Hyun merangkul Na
Ra menggiringnya memasuki subway
Sampai di Busan
Baek Hyun
menggandeng tangan Na Ra yang terlihat kebingungan karena mereka kini memasuki
sebuah lingkungan pemakaman tua namun terurus, Baek Hyun menghentikan
langkahnya
“kita tidak
sepenuhnya berbohong pada ayahmu , halmoni anneyonghaseyo. Aku datang kemari
bersama pacarku , dia cantikkan ?”
Na Ra terdiam
memandangi nisan bertuliskan Kim Yo Hyun
“insae jagi”
“anneyong haseyo
joneun Yoon Na Ra imnida” Na Ra membungkukan kepalanya
Baek Hyun
berjongkok dan meletakkan bunga lili di atas nisan neneknya
“eomma dan appa
selalu sibuk halmoni , mereka jarang memperhatikanku , mereka bahkan tidak
ingat besok adalah ulang tahunku, aku merindukanmu halmoni , aku ingin memakan
sup rumput laut buatanmu. Sup rumput laut yang di buat dengan kasih sayang.
hiks” Baek Hyun mengusap air matanya
Na Ra menyentuh
pundak Baek Hyun, namun tangis Baek Hyun tak berhenti bahkan isakannya lebih
keras. Na Ra ikut berjongkok dan menarik Baek Hyun ke pelukannya , dengan
lembut Na Ra mengusap punggung Baek Hyun
“uljima , masih ada
aku yang menyayangimu dan memperhatikanmu, eoh ? aku juga akan membuatan sup
rumput laut di setiap ulang tahunmu. Uljima Baek Hyun-ah. Hikss” mendengar
tangisan Baek Hyun membuat Na Ra tak mampu menahan air matanya , anak laki laki
yang sangat ceria di sekolahnya bisa menangis sepilu ini , Na Ra tidak percaya
laki laki yang ada di pelukannya ini adalah Baek Hyun.
“mianhe…” Baek Hyun
melonggarkan pelukan mereka
“mianhe membuatmu
menangis , dan membiarkanmu melihat sisi lemahku. Padahal aku berjanji tak akan
pernah membuatmu menangis”
Na Ra bangkit dan
mengulurkan tangannya
“kajja , kita
habiskan hari ini dengan senyuman oppa”
Baek Hyun
memandangi Na Ra dan tangannya yang terulur bergantian , dalam hitungan detik
tangan mereka kini saling menggenggam , membungkuk kea rah nisan nenek Baek
Hyun dan berlalu meninggalkan pemakaman itu
Baek Hyun mengajak Na
Ra jalan jalan kesebuah taman hiburan , menaiki bermacam macam wahana permainan
bianglala , kerta kuda berputar , rumah hantu yang berakhir dengan Baek Hyun
yang tak henti hentinya berteriak dan bersembunyi di balik Na Ra .
“kau tidak takut
jagi ?” Baek Hyun mengeratkan gandengannya pada Na Ra
“apa yang harus di
takutkan si Baek Hyun ? mereka itu manusia yang hanya memakai kostum hantu, kau
benar benar mempermalukanku ckckck”
Na Ra memberikan
sebotol air mineral pada Baek Hyun , wajah Baek Hyun pucat pasi
“oppa , gwenchana
?”
“……………”
“kau mau pulang ke
seoul sekarang ? kurasa masih ada subway jam 6 nanti”
“tidak , kita harus
lihat matahari terbenam di pantai, kajja”
Baek Hyun beridiri
dengan kakinya yang masih bergetar , sepertinya efek rumah hantu yang tadi ia
masuki belum sepenuhnya hilang.
“baiklah , kau
memang sangat keras kepala”
Mereka berjalan
dengan tangan yang tetap terjalin , melewati beberapa blok pasar dan perkampungan
hingga sampai dihamparan laut yang biru , Baek Hyun menggandeng Na Ra naik ke bebatuan
agar dapat melihat laut lebih tinggi
“aaah yeppudaa” Baek
Hyun menyunggingkan senyum melihat Na Ra dengan wajahnya yang sumringah ,
rambutnya panjangnya yang diterpa angin memperlihatkan seluruh wajah Na Ra
“kau memiliki
kening yang cantik” Baek Hyun menyelipkan anak rambut Na Ra kebelaKang
telinganya, Na Ra menatapnya , tangan Baek Hyun mengelus pipi Na Ra dengan ibu
jarinya , ada rasa nyaman yang tiba tiba menjalar masuk kedalam hati Na Ra ,
mereka saling menatap dan pada akhirnya Baek Hyun memangkas jarak merka dan
menautkan bibirnya tepat di bibir Na Ra, perlahan , lembut dan tak menuntut ,
meresapi perasaan yang membuncah dalam dadanya , memejamkan matanya menyalurkan
ketulusannya pada Na Ra, Na Ra pun ikut memejamkan matanya menerima ketulusan Baek
Hyun.
Flashback off
***
Foto yang ada ditangan Na Ra tiba
tiba saja basah , Baek Hyun dan Na Ra muda yang tampak bahagia di foto itu
berbeda dengan Na Ra yang kini terus menerus mengalirkan air asin dari matanya.
Flashback
Hari itu adalah hari 200 mereka ,
Baek Hyun memberikan gelang anyaman kepada Na Ra
“jagi , berikan tanganmu”
“mau kau apakan ?”
“sudah berikan sajaaaa” Baek Hyun
memasangkan gelang berwarna pink ke tangan Na Ra
“ini punyaku , merah melambangkan
keberanianku”
“keberanian jidatmu ! keluar dari
rumah hantu ka bahkan tak bisa berjalan”
“tck , bisakah kau melupakan itu
? kau lihat sendiri hantu jadi jadian itu bahkan lebih menyeramkan dari hantu
sungguhan”
“seperti sudah pernah melihat
hantu sungguhan saja kau ini”
“tck , kemarilah kita foto
bersama”
Baek Hyun mengeluarkan ponselnya
“tunjukkan gelangmu di kamera
sayang” mereka mengambil gambar dengan V pose
Flashback off
***
Na Ra merapikan isi kotak itu dan
berjalan kearah kamar mandi , mungkin dengan berendam Baek Hyun akan menghilang
dari pikirannya.
***
Keeseokan harinya
Na
Ra duduk di mejanya dengan lemas , karena wajah Baek Hyun yang tak mau pergi
dari pikirannya semalam ia tak bisa benar benar tidur.
“unni , kau sakit ?” suara hye
rim membuat Na Ra mengangkat wajahnya dari meja
“anii”
“wajahmu terlihat muram , juga
unni matamu lingkar matamu kentara sekali”
“aku tidak bisa tidur semalam”
“wae ?”
“aku ingat Baek Hyun”
“ah , kau memang selalu seperti
ini jika mengingat Baek Hyun oppa, yasudah istirahatlah lagi pula besok weekend
jadi tidak banyak pekerjaan hari ini , aku akan membantumu membuat artikel yang
tersisa”
“eoh gumawo , tapi kenapa ? ada
apa dengan hari ini ? tidak biasanya . ah matta bagaimana makan malammu ?”
“tck . lihat kalendermu unn , ini
tanggal berapa dan juga makan malamku berjalan baik , ibunya Sehun oppa benar
benar memperlakukanku dengan baik”
“eo ? syukurlah , tapi memangnya
sekarang tanggal berapa ?”
“molla , eoh matta unni , aku
menyimpan sesuatu di lacimu yang paling bawah, bukalah”
Na Ra membuka laci yang
disebutkan oleh Hye Rim dan menemukan kotak besar
“ige mwonde ?”
“bukalah” Hye Rim tersenyum manis
pada Na Ra
Na Ra membukanya dan matanya
terbelalak mendapati isi dari kotak itu , sebuah gaun satin berwarna peach ,
sangat lembut dan cantik.
“selamat ulang tahun unni”
Na Ra melihat kalender di mejanya
. 16 Juli . tak ada tanda atau apapun di tanggal itu. Na Ra tak lagi menganggap
tanggal lahirnya special. Siapa lagi yang akan merasa ulang tahunnya bahagia jika
orang yang kau cintai tak lagi bersamamu. Oh itu memang sangat menyedihkan.
Na Ra kembali teringat Baek Hyun
yang memberinya sebuah liontin di hari ulangtahunnya, hari dimana ia terakhir
bertemu dengan Baek Hyun. Bukan , bukan hari itu mereka berpisah. Tapi hari itu
adalah hari dimana mereka terajhir berduaan , disekolah mereka jarang
menghabiskan waktu bersama karna sudah mendekati ujian masuk perguruan tinggi ,
dan juga upacara hari kelulusan mereka. Baek Hyun berjanji akan menemui Na Ra
di taman pada saat malam natal, namun sampai akhir Baek Hyun tidak datang.
Na Ra berdiri di taman air mancur
yang membeku , ia mengenakan semua hadiah dari Baek Hyun, jepit rambut kupu
kupu , gelang anyaman , hingga liontin berisi foto Baek Hyun dan dirinya. Na Ra
terus dan terus menunggu Baek Hyun hingga malam natal berakhir, hoodienya
sudah penuh dengan salju, hidungnya sudah berubah jadi kemerahan. Penghangat
yang ia kenakan tidak lagi mampu menghangatkannya. Sampai akhir Baek Hyun tak
datang. tak muncul kembali , tak ada lagi Baek Hyun yang selalu menempeli Na
Ra. Sampai detik ini Na Ra tidak tahu alasan mengapa Baek Hyun menghilang . Na
Ra pun sudah tak lagi memiliki keberanian menanyakan Baek Hyun , apakah ia baik
baik saja , dimana dia sekarang , semuanya akan menyakitkan jika ia ketahui.
Baaekhyun benar benar menghilang dari kehdupannya Na Ra namun sialnya tak
pernah hilang dari hatinya.
***
Akhirnya Na Ra berdiri di dalam
gedung yang penuh dengan teman teman SMAnya , oh Kang Hye Rim lah dalang dari
semua ini , gaun pemberiannya , seharian penuh tinggal di salon untuk di make
over membuat Na Ra sangat lelah di tambah high hels yang membuatnya seperti
berdiri diatas jurang.
“unni , tersenyumlah tck sudah
susah payah aku mengajakmu ke salon kau malah mengacaukan dandananmu sendiri”
“aku kan sudah bilang tak mau
datang , kenapa kau memaksaku datang Hye Rim-ah” Na Ra menyipitkan matanya
“anyeong” sapa seorang laki laki
mengenakan setelan jas berwarna navy , serasi dengan gaun yang di kenakan Hye
Rim. siapa lagi kalau bukan Oh Sehun
“anneyong oppa” Hye Rim merangkul
lengan Sehun
“ah Na Raya uri manida, ah
akhirnya kau datang juga ke acara reuni , padahal ini sudah dilakukan empat
kali”
“ah mian Sehun-ah aku tidak
sempat datang kemarin kemarin”
“geurae gwenchana , eo .. Baek
Hyun… Baek Hyunaaa disini” Sehun melambaikan tangannya kearah seseorang dari
arah pintu masuk
“Baek Hyun… apakah dia benar Baek
Hyun” gumam Na Ra
“memangnya ada berapa Baek Hyun
yang ada disekolahmu Yoon Na Ra” ia mengingatkan dirinya sendiri
“anyeong Sehun-ah” sapa Baek Hyun
yang kini berdiri tepat disamping Na Ra
“anneyong Baek Hyunaa, ah matta
ini Hye Rim , pacarku”
“anneyonghaseyo Kang Hye Rim
imnida ” sapa Hye Rim seraya mengulurkan tangannya
“ah anneyonghseyo , Byun Baek
Hyun imnida . aku banyak mendengar tentangmu dari Sehun , akhirnya bisa bertemu
denganmu, senang bertemu denganmu” Baek Hyun membalas uluran tangan Hye Rim
Mendengar nama Baek Hyun membuat jantung Na Ra
tiba tiba sakit jantung , benar saja perih di hatinya terasa sangat menyayat.
Mungkin kah sudah berdarah darah seperti pikirannya tempo hari ?
“ah matta , Baek Hyun-ah ini Yoon
Na Ra , kau ingat ? gadis yang kau tempeli setiap hari waktu SMA dulu ?”
Dengan segenap kekuatan yang
tersisa Na Ra mendongakkan kepalanya dan matanya kini menatap laki laki yang
,membuatnya lupa bernafas, rambutnya tersisir rapi , setelan jas yang pas juga
tak ada kemeja yang keluar dari lingkar pingang. Sangat berbeda dengan bekhyun
yang dulu.
“anneyong Na Ra-ya” suaranya pun
lebih terasa bassnya . khas seorang laki laki dewasa
“an..anneyong” balas Na Ra yang
segera menglihkan pandangannya dari Baek Hyun
Tiba tiba datang seorang gadis
yang menggandeng tangan Baek Hyun
“oppa , aku mencarimu kemana mana
tck”
Baek Hyun memutar bola matanya,
“aku permisi sebentar” Na Ra
melangkah menjauhi empat pasangan itu , ya meski belum jelas siapa gadis yang
menggandeng Baek Hyun dan memanggilnya oppa itu , namun jika terus berada
disana itu hanya akan menyakiti dirinya sendiri.
“oppa nugunde ?” gadis itu
mengedikkan dagunya kearah Na Ra yang berjalan ke arah balkon
“Yoon Na Ra”
“mwo ? dia pasti akan salah paham
melihat ku”
“siapa suruh kau menggandengku
seintim ini ?”
“ah mian” hyun mi melepaskan
tangannya
“Hye Rim-ah gumawo” Baek Hyun
membungkuk dan berjalan kearah balkon
“semoga mereka bisa berbaikan eoh
oppa” Hye Rim menyandarkan kepalanya di pundak Sehun
“eoh. Semoga”
“aku mau bergabung kedalam eoh ?
kalau Baek Hyun oppa mencariku”
“dia tak akan mencarimu” balas Sehun
ketus
Na Ra melepas high helsnya dan
merutuk kesa
“harusnya kau tak usah datang
kesini bodoh ! lihatlah sibodoh Baek Hyun sudah memiliki gadis lain. Dasar laki
laki menyebalkan. Tck agggh”
Na Ra hendak mengusap wajahnya
agar make upnya terhapus namun ada tangan yang menangkapnya
“kau akan terlihat menyeramkan
jika menghapus make up dengan tangan kosong”
Na Ra mengalihkan pandangannya
dan matanya bertemu denga manic hitam milik Baek Hyun. Begitu teduh
“bukan urusanmu” Na Ra
mengempaskan tangan Baek Hyun
Entah kenapa dia merasa jengkel
pada Baek Hyun mengingat kejadian di dalam lima menit lalu.
“tentu saja itu urusanku , aku
tidak mau calon istriku terlihat menyeramkan di acara lamaranku hari ini”
“tck . yang benar saja Byun baek
hyun . yang akan mengahpus make up adalah aku bukan gadis tadi”
“gadis mana ? aa Hyun Mi ?”
“oh Hyun Mi nama jalang itu”
rutuk Na Ra
“mworago ?” Baek Hyun berpura
pura tak mendengar
“ani, amutgo aniya , Baek Hyun
bisakah kau tinggalkan aku ? aku tidak sedang ingin bertemu denganmu”
“aku tidak mau , aku ingin
bertemu denganmu. Aku merindukanmu”
Na Ra terdiam. “jangan
terpengaruh Na Ra ya . dia adalah bajingan yang sudah meninggalkanmu tanpa
alasan” Na Ra mengingatkan dirinya sendiri
Baek Hyun membungkukan kepalanya
. menyandarkan kepalanya di bahu Na Ra . Na Ra terdiam.
“maafkan aku tidak datang waktu
itu, maafkan aku. Kau pasti menungguku. Maafkan aku Yoon Na Ra” terdengar
isakan dari sela sela ucapan Baek Hyun
Air mata lebih dulu bekerja dari
pada mulut Na Ra yang berbicara.
“aku…hikss… aku menunggumu sampai
malam natal berakhir…hikss”
“aku ingin datang , aku ingin
datang hari itu , tapi hari itu eomma membawaku pergi dari seoul. Appaku
menikah lagi dengan ibu Hyun Mi, appa menyakiti eomma, aku tidak mungkin
meninggalkan eomma sendirian, empat tahun lalu , tepatnya dua tahun setelah aku
meninggalkan seoul. Eommaku meninggal dan aku kembali tinggal di seoul. Aku tau
kau berada dimana , aku melihatmu setiap hari sebelum kau berangkat kerja, aku selalu
datang ke acara reuini berharap kau datang. Awalnya aku tak berani mendekatimu
lagi, aku merasa tak termaafkan. Tapi setelah mendengar cerita Sehun tentang Hye
Rim dan dirimu, aku merasa setidaknya aku harus meminta maaf padamu atas
kesalahanku . entah setelahnya kita bisa kembali atau tidak yang terpenting
adalah aku bertemu denganmu. Aku merindukanmu Na Ra-ya” Baek Hyun menarik Na Ra
ke pelukannya, ia merasa kemejanya basah oleh cairan hangat. Air mata Na Ra.
“maukah kau memaafkanku ?” Baek
Hyun melonggarkan pelukannya
Na Ra menatap bola mata Baek Hyun
dan mengangguk penuh keyakinan.
“maukah kau menikah denganku ?”
Na Ra melonggarkan pelukannya
“aku hanya bilang aku memaafkanmu
, aku tidak bilang aku masih mencintaimu” Na Ra menjauhkan diri dari Baek Hyun
“benarkh ? lalu kenapa kau pergi
melihat ku di gandeng oleh Hyun Mi ?”
“eemmm. Ituu.. em aku tidak pergi
karna itu , aku hanya tidak tahan memakai sepatu sialan ini “ Na Ra menendang
sepatu yang tidak bersalah itu
“benarkah ?” Baek Hyun menatap
mata Na Ra mencari kebeNa Ran namun tak ia dapatkan
“tck . iya aku tidak suka kau di
gandeng oleh wanita lain , aku tidak suka kau dipanggil oppa oleh orang lain.
Puas ?” Na Ra menutup wajahnya dan mengehentakkan kakinya hendak melangkah
memasuki ruangan , namun terhenti ketika Baek Hyun memeluknya dari belaKang
“menikahlah denganku Na Ra-ya”
Na Ra diam , ia merasa ada
sesuatu yang masuk ke jari manisnya. Ia mengangkat tangan kirinya . disana
tersemat cincin cantik, nana menatap Baek Hyun
“cincinnya sudah di jarimu , kau
harus menikah denganku” chu~ Baek Hyun melumat bibir Na Ra, tak memberikan Na
Ra kesempatan menolak, dan pada akhirnya Na Ra membalas ciuman Baek Hyun .
memberi tahu Baek Hyun betapa rindunya ia pada Baek Hyun setelah 6 tahun
berpisah. Tentu saja Baek Hyun juga merasakan hal yang sama.
Setelah ciuman panjang itu Baek
Hyun menggandeng Na Ra memasuki ruangan “teman teman sekalian , aku ingin
meminta bantuan pada kalian hari ini , mau kah kalian menjadi saksi agar gadis
ini tidak lari dari altar ? aku akan menikah dengan Yoon Na Ra secepatnya ,
mohon bantuannya”
Baek Hyun membungkuk
“tidak tahu malunya masih belum
berubah” gumam Na Ra , namun ia ikut membungkuk, bakehyun memandang Na Ra
dengan kerutan di dahinya “aku juga tidak mau pengantin prianya kabur ketika
aku memasuki altar seperti yang kita tahu”
Baek Hyun tersenyum dan menarik
tengkuk Na Ra melumat bibir Na Ra sekali lagi , membuat Na Ra merona. Disambut
tepukan meriah dari teman temannya. Juga senyuman kebahagiaan dari orang
terdekat mereka.
End
Maaf
banget kalo alurnya kecepetan. Ff init uh udah berkali kali di bongkar pasang.
Semoga ka Sarah sukaa , terima kasih ka Diah udah kasoh ijin aku pake tokoh Na
Ra *bow
RCL juseyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar