Kamis, 14 Mei 2015

KAU

Ketika cinta menghilang akankah kau (sahabat) yang ku anggap mampu memberiku kehangatan mampu melakukan anggapanku?
Entah~
Apa yang kau lakukan selama ini, menyayangiku, atau hanya sebatas perasaan balas budi. Tidak, aku sama sekali memiliki hal sebagus budi padamu.Aapakah kau akan tahu betapa berharganya dirimu ?
tak peduli apa. Sayangku padamu tak akan ada habisnya. Terima kasih karena datang di hidupku

Kamis, 12 Maret 2015

Hard to Love


main cast :  
Kim Jong In
Jung Soo Jung
other cast : ada ko
         
Seperti hari biasanya sebelum masuk ke kelas Soo Jung selalu menghampiri bunga-bunga di taman sekolahnya. Hari ini adalah awal musim panas.
“selamat pagi, kalian merindukanku ? ah aku juga merindukan kalian. Ini adalah awal musim panas kalian harus sering sering di sirami kalau tidak mau layu. Kalau begitu aku akan menolong kalian eoh ?” Soo Jung menyiram tanaman sambil bersenandung.
“setiap pagi selalu bicara dengan bunga, itulah sebabnya temanmu hanya jinri” Jong In menghampiri Soo Jung
“aish , sudah sana pergi atau aku akan menyirammu”
“aku lapar Soo Jung-ah”
“terus ? apa masalahku?”
“ayo makan bersama” Jong In menarik narik seragam Soo Jung
“tidak mau”
“ayo lah Soo Jung” Jong In memasang wajah imutnya
“hentikan ! aku mual melihatnya. Tunggu aku setelah menyiram bunga”
“yess!”
         Seperti biasa Soo Jung dan Jong In selalu makan bersama, sejak ibu dan ayah Jong In bercerai Jong In tak pernah membawa bekal ke sekolah. Ia hanya akan makan bekal Soo Jung meski di sekolah Jong In termasuk laki-laki yang di gemari para wanita dan banyak dari mereka yang selalu membawakan makanan untuknya namun Jong In tak memakan bekal kecuali milik Soo Jung.
Soo Jung dan Jong In sejak kecil berteman. Sejak mereka taman kanak-kanak. Banyak dari wanita di sekolah yang membenci Soo Jung karena kedekatan mereka. Namun tak ada yang berani manggangu Soo Jung karna ia adalah gadis pertama yang menjadi juara karate di tingkat nasional.
“kenapa kau tak membawa bekalmu sendiri huh ? selalu saja meminta bekalku” Soo Jung menyuapkan telur gulung ke mulut Jong In , lalu menyuapkan untuk dirinya sendiri.
“ya Jung Soo Jung apa ada masakan yang lebih enak dari masakan ibumu ? huh ?”
“tidak ada sih , tapi kan aku jadi harus bawa makanan sebanyak ini dalam kotak bekalku karna ibuku selalu menghawatirkanmu”
“waah , benarkah ? syukurlah”
“tapi Jong In-ah sampai kapan kau akan seperti ini eoh ? ini sudah 4 tahun lamanya kau seperti ini , apa kau tak tau ibumu sangat sedih karenanya”
“ah , aku kenyang aku duluan eoh ? taruh saja kotak bekalnya di mejaku aku akan mencucinya , nanti siang aku ke rumahmu. Dah~”  Jong In pamit dan pergi meninggalkan Soo Jung.
“tck..selalu saja seperti itu jika membicarakan ibunya. Dasar kkamjong”
Di kelas
“Selamat pagi Jong In-iee aku membuatkan nasi bulat untukmu, kau mau makan bersamaku ?” sapa Jin Young pada Jong In
“tidak terima kasih. Aku sudah sarapan” jawabnya tanpa menoleh
“bagaimana kalau untuk makan siang ?”
“tidak. terima kasih”
“yya Kim Jong In kenapa kau mengacuhkan Jin Young eoh ? dia sudah menyiapkannya untukmu” bentak hyuna
“aku tak memintanya” Jong In duduk di kursinya dan menelengkupkan kepalanya
“yak ! kau mau mati huh ?” hyuna menarik kepala Jong In dan mencengkram kerah seragam Jong In.
“issh. Benar benar menyebalkan” gumam Jong In
“hentikan hyuna-ya aku tidak apa-apa”
Jin Young mencoba menghentikan hyuna
Soo Jung dan jinri memasuki kelas bersama , dan terkejut melihat hyuna mencengkram seragam Jong In. Jong In bukanlah tipe laki laki yang berkelahi dengan perempuan.
“ada apa ini ?” Soo Jung mencoba melepas tangan hyuna namun sialnya satu tangan  hyuna sengaja memukul hidung Soo Jung.
“aww” Soo Jung mengelus hidungnya dan ada sedikit darah keluar dari hidungnya
“yaa!” Jong In menepis tangan hyuna dari kerahnya hingga hyuna limbung dan jatuh
“Soo Jung-ah kau tidak apa-apa ?” Jong In menangkup kedua pipi Soo Jung
“eoh , aku tidak apa-apa”
“issh , berhenti menggangguku ! berhenti membuat makanan jika kalian kerepotan ! aku tak pernah memintanya” Jong In menarik lengan Soo Jung dan membawanya keluar.
“aww. Pelan-pelan” Soo Jung merengek
“aku heran kenapa kau bisa jadi juara karate jika begini saja kau sudah berdarah”
“aku kan tidak siaga karena ku pikir ia tak sekuat itu”
“bodoh! Lagipula kenapa kau menghentikannya”
“yya apa kau gila ? mana mungkin aku membiarkanmu diperlakukan seperti itu oleh orang lain !”
“sudahlah! Ayo ke kelas !” Jong In menarik tangan Soo Jung
“aku tak akan membiarkanmu disakiti oleh siapapun” gumam Jong In
“apa ? kau mengatakan sesuatu ?”
“tidak , aku tidak mengatakan apa-apa. Cepat nanti kita bisa di hukum”
Sejak lama Jong In memiliki perasaan pada Soo Jung , perasaan yang tumbuh sejak mereka kecil , namun Jong In tidak pernah mengatakannya pada Soo Jung.
Sampai di kelas guru merkea sudah di kelas
“kalian dari mana ?” Tanya pak shin dong
“dari uks pa” jawab Jong In
“apa yang kalian lakukan pagi-pagi di uks?” Tanya shin dong sarkatis
“Soo Jung terluka pa” jawab Jong In lagi seraya menatap sinis kearah hyuna
“benarkah Soo Jung ? apa sekarang kau baik-baik saja ? kelihatannya Soo Jung baik-baik saja”
“iya pa aku sudah baik-baik saja”
“kalau begitu kalian berdiri di depan sampai jam pelajaranku selesai . Mau coba-coba menipuku yah. Cepat keluar”
“tapi pak…” Soo Jung memelas
“keluar!”
“isssh”
Jong In keluar kelas diikuti Soo Jung
“ah syukurlah tidak ikut pelajaran , sejarah membuatku mengantuk” Jong In menyandarkan tubuhnya di tembok.
Tak disangka-sangka shin dong menghampiri mereka. Ia menambah hukuman mereka
“apa kau bilang ? ambil posisi ! naikan satu kaki dan pegang kedua telinga menyilang cepat”
“ahh, kau ini kkamjong menambah masalah saja aish” Soo Jung menoyor kepala Jong In
“cepat lakukan ! Jung Soo Jung letakkan tanganmu di telinga Jong In , dan kau juga sebaliknya Jong In”
Soo Jung pov
Gara-gara si hitam Jong In , kami di hokum sampai jam istirahat. Ah andai saja dia tidak mengatakan hal-hal yang bodoh. Kami hanya perlu berdiri di depan kelas dan tak perlu berdiri dengan posisi seperti ini.
Wajahnya begitu dekat dengan mataku , bahkan aku bisa mencium bau maskulin yang menguar dari tubuhnya. Entahlah mengapa jantungku jadi berdebar debar jika berada di dekatnya seperti ini. Sudah lama aku merasakannya namun aku tak pernah mengatakannya pada siapapun. Debaran ini muncul sejak ia mengatakan hanya aku yang ia sayangi di dunia ini dan akan menjagaku seumur hidupnya di depan makam ayahnya.
Flashback on
Hari mendung itu , membuat suasana duka semakin terasa. Semua orang berpakaian hitam.
“ayah , kenapa kau meninggalkanku ? ayo pergi bersama ayah , jangan tinggalkan aku sendiri!” Jong In berlutut di depan makan ayahnya
“Jong In-ahh jangan menangis kau masih memiliki aku , eoh ? kalau kau menangis aku merasakan hatiku sangat sakit”
“Soo Jung-ah kenapa ayahku meninggalkanku eoh ? dia bilang dia akan selalu bersamaku , kenapa Soo Jung-ah?” Jong In menangis dipelukan Soo Jung
“Jong In-ah. Kau masih memiliki aku , aku tidak akan meninggalkanmu”
“ayah. Kini hanya Soo Jung yang kumiliki di dunia ini . aku akan menjaganya seumur hidupku aku berjanji ayah”.
Jong In pov
Jong In menarik telinga Soo Jung .
“aahh ahh “ Soo Jung kesakitan
“ya ! kenapa kau melamun ?”
“isssh rasakan ini” Soo Jung menarik telingaku kencang sekali
“aah ahh cukup cukup sakit”
“siapa suruh kau menjewerku duluan?”
“habis kau melamun!”
“siapa yang melamun” ia memalingkan pandangannya. Ia berbohong
“jangan bohong padaku”
Ku tangkup wajahnya. Pipinya merona. Kenapa suasananya jadi seperti ini yah . ada suatu dorongan yang membuatku ingin melakukan sesuatu. Wajah kami semakin dekat. Astaga . segera ku tarik tanganku dari wajahnya. “apa yang kau lakukan Kim Jong In bodoh” rutukku.
“siapa bilang kalian boleh berhenti ?” pak shindong mengagetkan kami
“cepat ke lapangan ! lari sepuluh putaran!”
“apa ?”  bersamaan
“cepat atau akan ku tambah jadi dua puluh?”
“tapi pak , Soo Jung kan perempuan!” aku tak tega kalau harus melihatnya mengelilingi lapangan sebesar itu.
“lalu ?”
“kurangilaah” pintaku
“baiklah Soo Jung 5 Jong In 15 bagaimana ?”
“hah ?”
“apalagi ? cepat sana!”
“Jong In-aah kau ini bodoh sekali sih”
“tak apa-apa. Ini akan sulit untuk perempuan” ku elus rambutnya.
Author pov
Setelah lima putaran, Soo Jung tetap mengikuti Jong In berlari
“yya sudah sana istirahat!” Jong In mengusir Soo Jung
“ahh tidak adil rasanya jika aku dianggap lemah olehmu. Aku bahkan lebih kuat darimu”
“apa ?”
“sudahlah ayo cepat kita selesaikan . kita lomba , yang kalah harus mentraktir makan siang”
Jong In hanya tersenyum melihat Soo Jung mendahuluinya. Dan Jong In pun mengalah pada Soo Jung.
Pulang sekolah
“Aku akan ke rumahmu setelah ganti pakaian eoh ?”
“baiklah . ku tunggu!”
Jong In sampai di rumahnya
“selamat datang sayang” sapa Taeyeon melihat putranya
Jong In hanya meliriknya dan langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya, dilihatnya kamar LeeTaemin kakak tirinya terbuka. Ia duduk di meja belajar dan memandangi figura diatas mejanya itu fotonya bersama Soo Jung ketika masih kecil dan fotonya bersama Soo Jung tahun kemarin ketika merayakan ulang tahunnya.
Dengan paksaan Soo Jung akhirnya Jong In mau berpose sama dengan Soo Jung , Jong In tak bisa menolak satupun permintaan Soo Jung jika Soo Jung sudah merengek.
Di sebelah foto itu ada foto Kim woo bin. Ayah yang sangat di cintai Jong In. kembali kenangan pahit masa lalunya seperti video yang masih sangat baru kenangan pahit itu begitu jelas tergambar di pikirannya
Flashback on
Malam itu Kim Taeyeon keluar rumah dengan tergesa-gesa. Ketika itu Jong In terjaga karena suara pintu yang berdentum keras. Jong In melihat ke jendela dan mendapati ibunya berjalan dengan seorang laki-laki, karena ia fikir itu ayahnya ia pun mengikuti mereka. Taeyeon dan laki laki itu duduk di taman.
“sampai kapan kau akan mempertahankan suamimu Taeyeon-ah ?” Tanya laki laki itu
“bersabarlah junho-ya, aku belum bisa meminta cerai darinya kau tau aku memiliki satu putra”
“aku tau , lalu bagaimana denganku ? bagaimana jika aku merindukanmu ? anakku sudah menyukaimu, dari sekian banyak wanita hanya kau yang ia terima sebagai ibunya, kau tau karena kau cinta pertamaku. Kau “
“aku tahu , kau juga cinta pertamaku, aku ingin bersamamu juga junho-ya tapi bagaimana aku mengatakannya pada woo bin ?”
“tinggalkan dia ku mohon” lalu   junho mencium Taeyeon tanpa ada penolakan. Jong In yang berdiri tak jauh dari sana sangat terkejut melihat ibunya berciuman dengan laki laki yang bukan ayahnya. Ketika itu Jong In sudah berusia 12 tahun. Ia sudah mengerti akan tingkah yang dilakukan ibunya adalah sesuatu yang salah. Ia pun  berlari meninggalkan taman dengan deraian air mata.
Tak lama kemudian perselingkuhan Taeyeon diketahui oleh woo bin , woo bin merasa terpukul karena kepergiannya untuk bekerja dimanfaatkan oleh taeyeon , namun awalnya woo bin memaklumi dan memaafkan perselingkuhan Taeyeon, namun cinta Taeyeon yang membutakan hatinya hingga ia dengan tega meninggalkan Jong In dan woo bin.
Taeyeon menghilang bagaikan di telan bumi. Tak ada yang tahu keberadaannya sampai dua tahun kemudian  suatu hari ketika woo bin dalam perjalanan bisnisnya ke jepang berakhir dengan malapetaka. Malam itu cuaca sangat buruk namun woo bin memaksa terbang ke seoul karena sudah 2 hari meninggalkan Jong In putra semata wayangnya di rumah Jung Yong Hwa ayah Soo Jung sekaligus sahabat terdekatnya, ia tak pernah meninggalkan Jong In sendiri. Jong In pun merasa tak kesepian meski ia sudah tak bersama ibunya
Hari itu di pemakaman woo bin, Taeyeon datang bersama   junho dan juga putranya LeeTaemin. LeeTaemin 3 tahun lebih tua dari Jong In. Taeyeon tak bisa menahan air matanya ketika melihat  Jong In menangis di pelukan Soo Jung.
Ketika ia berniat memeluk Jong In tangannya di tepis oleh Jong In. awalnya Jong In menolak tinggal dengan keluarga Taeyeon , namun setelah Taeyeon membeli rumah dekat dengan rumah Soo Jung dan dengan dengan bujukan orang tua Soo Jung dan Soo Jung akhirnya Jong In mau ikut tinggal  bersama Taeyeon.
Flashback off
“tok tok” terdengar suara ketukan
“Jong In-aah, ayo kita makan siang bersama kakamu baru datang dari jepang, ayahmu juga sudah pulang kerja. Kami tunggu yah” suara Taeyeon lembut
“aku tak punya kaka” gumam Jong In
Setelah berganti pakaian ia segera menuju dapur untuk mencuci kotak bekal makanan milik Soo Jung , seperti biasa ia akan mencucinya lalu mengembalikannya dengan bersih pada sang empunya.
“kau sedang apa ? sini cepat makan, biar ibu nanti yang mencucinya”
“biar aku saja , aku bisa melakukannya sendiri”
Jong In tak pernah mau di manja oleh ibunya, entah sepertinya cintanya untuk ibunya sudah mati.  Ia sangat dingin pada ibunya.
“Jong In-ah , aku membelikanmu ear phone baru, kau pasti suka” kata Taemin dengan ramahnya.
“terima kasih ka , Soo Jung sudah memberikanku earphone baru” jawab Jong In datar
“oh begitu , baiklah kau simpan saja, aku sudah membelikanmu. Asal kau menerimanya aku sudah senang”
Meski Taemin sering diacuhkan oleh Jong In, ia selalu bersikap layaknya seorang kaka untuknya. Namun mungkin karena sakit yang begitu dalam dirasakan Jong In, ia masih belum bisa membuka hatinya untuk keluarga barunya.
“aku pergi, aku akan mengembalikan kotak makan ini pada Soo Jung, jangan tunggu aku mungkin aku akan makan malam di rumahnya juga” sambung Jong In ketika menyadari Taeyeon hendak mengatakan sesuatu.
“sabar sayang, mungkin ia masih belum bisa menerima kami” hibur  junho
“maafkan aku” Taeyeon menundukan kepalanya.
Seperti biasa Jong In selalu menghabiskan waktunya dengan membantu ibu Soo Jung di toko bunganya. Seo jo Hyun adalah seorang pemilik toko bunga yang cukup besar di daerah rumahnya. Karena itulah Soo Jung pun sangat suka dengan bunga
Seo Hyun juga dekat dengan Taeyeon mereka lulus di universitas yang sama , meski Taeyeon adalah sunbaenya , ia tahu hubungan Taeyeon dengan   junho memang sudah terjalin sejak mereka kuliah , hingga akhirnya   junho di jodohkan dengan ibu LeeTaemin yang kemudian meninggal ketika melahirkannya.
“kau sudah datang ? Soo Jung mungkin sedang di kamarnya. Panggil lah bibi akan siapkan makanan untuk kalian”
Jong In tersenyum dan langsung naik ke lantai atas menuju kamar Soo Jung. Terlihat pintu kamarnya sedikit terbuka , meski Sudah tak asing bagi Jong In keluar masuk rumah ini tapi ia sangat menghormati Soo Jung , ia tak pernah masuk kamar Soo Jung tanpa izin. Ketika ia hendak mengetuk terdengar gumaman Soo Jung
Jong In pov
Bibi Seo Hyun memintaku untuk memanggil Soo Jung makan siang , kulihat pintu kamarnya sedikit terbuka, aku dapat melihatnya yang sedang berbaring sambil mengangkat boneka beruang coklat pemberianku.
“yya Kim Jong In, kau tau aku tak bisa mengendalikan debaran jantungku jika kau menyentuh dan menatapku seperti tadi , kukira kau akan merebut ciuman pertamaku ternyata tidak , sejenak aku berfikir kalau kau sampai melakukannya aku akan membunuhmu. Menciumku ketika dapat hukuman. Dasar kkamjong bodoh! Tidak romantis!  Aah sudah 18 tahun taapi belum pernah berciuman hmmh, aku juga ingin merasakannya” ia memeluk boneka beruang itu
  Apa aku tak salah dengar ? Soo Jung mengharapkan aku yang mendapat ciuman pertamanya ? benarkah ? jadi dia juga menyukaiku ? tuhaan aku sangat senang hari ini. Setelah mengendalikan diri dan jantungku ku coba berdehem pelan untuk menetralkan suaraku. Ku ketuk pintu kamarnya
“Soo Jung-ah ayo makan , aku lapar”
Ku lihat ia segera duduk dan menyembunyikan boneka beruang itu di bawah selimutnya.
“kaa..kkau sejak kapan kau disana huh ?” kulihat wajahnya merona
“apanya yang sejak kapan ? sejak kau mengatakan ingin berciuman denganku” godaku
“a..apa yang kau bicarakan ? a..aku tak pernah mengatakannya. La..lagipula siapa yang mau berciuman denganmu,huh!” ia bangkit dan menghentakkan kakinya
“benarkah ?” aku masuk dan mendekatinya ia berdiri di depanku sekarang
“benarkah ? jadi Jung Soo Jung tak pernah berciuman ? kau yakin ?”
Aku melangkah maju dan secara reflek Soo Jung mundur perlahan-lahan
“a.apa yang kau bicarakan si issh” ia memalingkan pandangannya
“apa kau lupa kejadian di malam itu ?” ia semakin mundur hingga betisnya menabrak ranjang
“a..pa ? malam apa ?” kulihat ia semakin merona wajahnya memerah , ia tak berani menatapku , ku persempit jarak antara kami dan hingga ia terduduk diatas kasurnya. Kuposisikan wajahku sejajar dengan wajahnya. Kuraih selimutnya dan kutemukan boneka beruang pemberianku, ku letakkan bibir boneka beruang tepat di bibirnya “chup”
“kkamjong sudah merebut ciuman Soo Jung” ku lihat wajahnya memerah ia mendorongku dan berteriak
“apa yang kau lakukan si Kim Jong In bodoh ! sana pergi ! aku benci padamu”
Ia mendorongku keluar dari kamarnya
“kenapa ?”
“sudah sana pergiiiii” blamm~ ia menutup pintunya dengan keras
Author pov
Keesokan harinya
Jong In tidak mendapati Soo Jung di taman sekolahnya, ketika ia masuk ke kelasnya Jong In mendapati Soo Jung sedang duduk di kursi Jong In , Soo Jung memandang keluar jendela seolah memikirkan sesuatu. Bahkan ketika Jong In sudah berdiri di sampingnya pun ia tak menyadari keberadaan Jong In. “Soo Jung-ah” dengan sangat hati hati Jong In menyapa Soo Jung.
“oh kau sudah datang, kau sudah sarapan ?” Tanya Soo Jung ramah
Jong In menggeleng
“maaf kemarin aku kasar padamu. Sebagai permintaan maafku ini aku membuat nasi bulat danging” Soo Jung meletakkan kotak bekalnya di meja
“seharusnya aku yang minta maaf, aku bahkan tak bisa tidur karna kau membanting pintu keras sekali, kukira kau tak mau berteman denganku lagi L
“aku yang berlebihan, karena membesar besarkan masalah kecil, maafkan aku yah ?” Jong In duduk di kursi tepat di depan Soo Jung dan menggenggam tangan Soo Jung
“tidak, hanya saja… aku merasa takut kita akan canggung jika sampai …” Jong In menarik wajah Soo Jung dan “Chuu~” kecupan hangat menyalurkan perasaan  Jong In selama 4 tahun terakhir , Soo Jung yang awalnya membelalakan mata karna terkejut sejurus kemudian menutup matanya merasakan kehangatan peraasan mereka satu sama lain, merasakan ketulusan Jong In akan perasaannya.
Terdengar derap kaki mendekat kearah kelas , Jong In pun melepas ciumannya. Awalnya mereka tidak saling memandang namun kemudian senyuman terukir di bibir masing-masing.
“waah Soo Jung , Jong In kalian berangkat bersama hari ini ?” Tanya jinri yang masuk ke kelas dengan beberapa teman sekelasnya yang lain.
“ehm..” Soo Jung tak bisa mengeluarkan suaranya, sepertinya akibat ciuman memabukkan Jong In di pagi hari.
“Soo Jung-ah suaramu kenapa ?” jinri tampak hawatir
“dia sedang datang bulan!” jawab Jong In santai
“apa ? ke..kenapa kau bisa tahu Jong In-ah ?” Soo Jung tampak terkejut
“kau bahkan hafal kapan Soo Jung datang bulan. Kalian memang sangat dekat kenapa tidak berkencan saja ?”  Tanya jinri
“yya kkamjong bagaimana kau tahu ?”
“bibi yang mengatakannya padaku kemarin”
“aish ibuku memang terlalu jujur” Soo Jung menutupi setengah wajahnya yang memerah, Jong In menarik tangan yang menutupi wajah Soo Jung.
“kenapa ? kau malu ? lebih malu dari yang sebelumnya ?”
“sebelumnya ? apa yang terjadi sebelumnya Jong In-ah ?” jinri tampak antusias
“aku m..mencjijklkluikkm” mulut Jong In langsung penuh dengan nasi buatan Soo Jung
“Soo Jung-ah kau mengganggu saja , sebelumnya Soo Jung kenapa ?” jinri tampak tak menyerah.
Soo Jung menendang kaki Jong In dan memasang wajah garangnya pada Jong In
“aku mencium bau kentutnya jinri-ah” Jong In kini menyuapkan nasi bulat itu ke mulut Soo Jung
“hahaha benarkah ?”
“eoh. Baunya seperti ikan busuk, aaaw sakit bodoh !”
Soo Jung memukul kepala Jong In dengan tutup bekal makan yang ada di tangannya
“berhentilah bicara atau kau akan mati ditanganku Kim Jong In”
“nee” jawab Jong In patuh
Jinri masih tertawa puas mendapati dua temannya yang bertengkar sambil sarapan itu.
Pulang sekolah
“Soo Jung-ah , bagaimana kalau nanti sore kita kencan ?” tawar Jong In . Soo Jung menghentikan langkahnya. Jong In berbalik menghadapnya
“yya kenapa kau melamun ?”
“aah.. itu ehm sebentar” Soo Jung berjongkok sambil memegangi dadanya
“kau tidak apa-apa ? apa kau sakit? Kalau begitu kencannya kita tunda saja besok”
Jong In ikut berjongkok dan mendekat kearah Soo Jung
“dasar bodoh ! kenapa kau mengatakan kencan dengan begitu mudahnya ?”
“memangnya kenapa ? kau bahkan tidak menolak ketika aku menciummu tadi pagi”
“haish” Soo Jung berdiri dan bercacak pinggang
“kau melakukannya tanpa persetujuanku”
“tapi kau tak menolak bahkan kau membalasnya”
Soo Jung semakin memerah wajahnya . ia memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam lalu
“bukan seperti itu, ah baiklah aku menyukainya , karena aku memang menyukaimu kenapa ? ah memalukan, ah sudahlah aku pergi”
Semua kata-katany keluar dengan satu tarikan nafas panjangnya. Jong In hanya tersenyum dan menarik Soo Jung ke pelukannya
“iya , aku tahu , aku juga menyukaimu. Mungkin sudah sampai tahap mencintai, kau selalu bersamaku , selalu menemaniku, perasaan ini sudah lama bersarang di hatiku, tapi aku takut akan merusak kedekatan kita, jadi aku menahannya sekuat yang aku mampu. Aku mencintaimu Soo Jung-ah sangat mencintaimu”
“aku juga” Jong In melepskan pelukannya
“aku sudah mengeluarkan kata-kata yang panjang dank au membalasnya dengan dua kata ? kau benar benar Jung Soo Jung”
“kau bahkan mengatakan semua yang ingin ku katakan”
“cari kata kata lain dan jawab aku”
“ah sudahlah , kau banyak meminta” Soo Jung hendak meninggalkan Jong In , namun tangannya ditahan oleh Jong In , Jong In melirik ke kanan dan kiri lalu dengan kecepatan tak terduga , bibir Soo Jung di kecupnya.
“ayo kita pulang” Jong In menarik tangan Soo Jung , Soo Jung tak bisa menyembunyikan senyumnya.
Setelah resmi menjadi sepasang kekasih , kedekatan mereka menjadi bahan pembicaran di sekolah. Membuat Jin Young dan hyori geram dengan keduanya.  hyuna yang memang juga memiliki perasaan pada Jong In akhirnya menjalankan niat buruknya.
Seperti biasanya , pagi itu Soo Jung menyiram tanaman sambil bersenandung,  sekolah masih sangat sepi. jong  in memperhatikannya dari jauh , tiba-tiba ada segerombolan laki laki yang tak dikenal mendekat kearah Soo Jung , para lelaki itu tidak menggunakan seragam sekolahnya. Jong In segera mendekat kearah mereka.
“siapa kalian ?” gertak Jong In yang menyembunyikan Soo Jung di belakangnya . pose protektif.
“aku ada urusan dengan gadis itu” salah seorang yang sepertinya bos mereka menunjuk kearah Soo Jung.
“ada apa ?” suara SooJung tidak tampak ketakutan
Lalu laki laki itu memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang. Soo Jung maupun Jong In bukanlah orang yang tak melawan. Soo Jung jago karate, Jong In pun tak menyembunyikan lagi kemampuan berkelahinya. Dua lawan lima berakhir imbang. Namun tanpa mereka ketahui sang bos memiliki pisau , Jong In yang melihat laki-laki itu hendak mendekati Soo Jung segera menghalau. Naas pisau itu telak menusuk perut Jong In dua kali. Jong In limbung dan jatuh bersandar pada Soo Jung . gerombolan itu lari meninggalkan mereka.
Dari kejauhan dua orang berseragam itu lari meninggalkan sekolah melihat Jong In jatuh. Soo Jung menangis sesegukan , tangannya mencoba menutup luka di perut Jong In.
“aku tidak apa-apa, jangan menangis”
“dasar bodoh , apanya yang tidak apa-apa huh kau berdarah sebanyak ini”
Soo Jung merobek ujung rok seragamnya lalu dengan tangan bergetar ia mengikat mengikatkannya ke tubuh Jong In.
“a..ah apa yang kau lakukan ? orang bisa melihat celana dalammu kalau kau merobek rokmu seperti itu” dengan sisa kekuatan yang ia miliki Jong In melepas blazer seragamnya dan meletakkannta di kaki Soo Jung
“aku tidak mau orang melihatnya, aku bahkan tak pernah melihatnya”
“aah bodoh apa yang kau lakukan, issh jangan banyak bicara”
Soo Jung mengencangkan kembali ikatan di perut Jong In
Beberapa siswa berdatangan dan mengerubungi mereka
“akhirnya aku bisa bertemu ayahku Soo Jung-ah , aku sangat merindukannya. Kau jangan menangis , aku baik baik saja” suara Jong In semakin purau
“Kim Jong In kumohon jangan berkata yang tidak tidak. Kumohon siapapun panggil ambulan” air mata Soo Jung semakin deras
“aku mencintaimu Soo Jung” Jong In menyentuh pipi Soo Jung dan menghapus air matanya.
Tak lama ambulan datang dan Jong In langsung di bawa ke rumah sakit.
Lampu di depan ruangan operasi belum juga mati sejak 2 jam yang lalu. Taeyeon menangis di pelukan seohyun , Taemin masih mondar mandir di depan pintu ruangan itu, dan Yong Hwa sedang mencoba menenangkan junho. Sedangkan Soo Jung ia masih duduk di lantai dengan baju yang masih bersimbah darah , ia memeluk erat blazer seragam Jong In. air mata tak henti hentinya jatuh dari matanya yang menatap kosong.
“Soo Jung-ah tukarlah bajumu dulu”
Sudah berkali kali kata kata itu keluar dari mulut orang orang yang berbeda. Namun tak digubris olehnya. Pintu ruangan terbuka, semua menghampiri dokter yang keluar.
“operasinya berhasil , tapi ia sangat lemah , ia harus mendapat transfuse darah secepatnya karena darah di ruang penyimpanan habis bisakah kalian mendapatkannya secepatnya ?” tutur sang dokter
“apa golongan darahnya dok ?” Tanya Taemin
“Kim Jong In memiliki golongan darah A”
“A ?” junho memastikan , ia melirik taeyeon. Mereka saling pandang. Taeyeon manganggukan kepalanya.
“ambil darahku dok!” seru junho
“aku juga memiliki golongan darah A dok” seru Taemin
“baiklah mari ikut saya”
Akhirnya dengan donor darah dari junho dan Taemin. Jong In terselamatkan.
“kenapa kau tak pernah mengatakannya Taeyeon-ah ?” junho nampak menahan amarahnya
“bagaimana aku bisa mengatakannya , kau bahkan tak bisa melawan orang tuamu”
“jika kau hamil aku tak mungkin bisa meninkahi orang lain begitu saja”
“maafkan aku junh-ya aku sangat takut”
“baiklah aku mengerti” junho menarik taeyeon ke dalam pelukannya
Suara pertengkaran terdengar di tangga darurat
Setelah berhari-hari di tidurkan dokter pasca operasi. Akhirnya Jong In sadarkan diri, orang yang ia lihat pertama kalinya adala taeyeon. Taeyeon terlelap di samping ranjang Jong In, air mata keluar begitu saja dari mata Jong In, ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, ia melihat Taemin tertidur di pangkuan junho , ia merasakan ada tangan hangat di sebelah kanannya, Soo Jung. Soo Jung menggenggam tangannya erat.
Merasa ada yang bergerak Soo Jung pun terjaga dari tidurnya. Dilihatnya Jong In sedang membuka mata dan menatapnya, ketika hendak membangunkan taeyeon , Jong In menahan tangan Soo Jung. Dan menggeleng perlahan. Jong In mengangkat tangannya segera di sambut oleh Soo Jung , ia meletakkan tangan Jong In di pipinya.
“tidurlah” suara Jong In lebih seperti bisikan lembut
Soo Jung menggeleng. Jong In mengedipkan matanya member tanda bahwa ia juga akan tidur. Sebelum tidur Soo Jung memberitahu Jong In bahwa junho dan Taemin lah yang mendonorkan darahnyaa untuk Jong In. dan taeyeon tak pernah pergi dari sisi Jong In selama Jong In tak sadarkan diri.
Pagi harinya
Betapa terkejutnya Soo Jung ketika menyadari kini ia tertidur ranjang  Jong In. Taeyeon junho dan Taemin sedang menyiapkan sarapan di kursi, sedangkan Jong In baru saja keluar dari kamar mandi
“kau sudah bangun ? tidurmu pulas sekali” sapa Jong In ramah
“kemari Soo Jung-ah tadi pagi ibu dan ayahmu mengantarkan makanan kesini tapi mereka tak bisa lama karena urusan toko juga pekerjaan” ajak Taeyeon
“ah , maafkan aku”
“maaf untuk apa ? harusnya kami yang berterima kasih”
“eh ?”
“berkatmu Jong In sadar lebih awal. Lihat bahkan dia sudah bisa berjalan”
“eh ?” Soo Jung masih tak mengerti
“a..ayah apa ayah tidak ke kentor ?” Jong In
Semua terdiam
 “ah , iya ayah akan ke kantor setelah sarapan. Kau cepatlah sembuh nak” junho mengelus kepala Jong In
“Soo Jung-ah hari ini biar ibuku yang menyuapiku rasanya sudah lama sekali aku tak disuapi olehnya ya bu?” Jong In menatap Taeyeon
“baiklah , biar ibu yang suapi”
“kalau begitu Soo Jung suapi oppa saja eoh ?” Taemin menggoda Jong In
“apa ? kau mau mati kak ?” Jong In mengarahkan sumpit kearah Taemin
“aku tidak mati hanya dengan sumpit Jong In-ah”
Gelak tawa membahana di ruangan VIP itu. Jong In sudah mengetahui semuanya. Meski awalnya ia sangat sedih karena woo bin bukan ayah kandungnya namun akhirnya mengerti dengan keadaan yang telah terjadi.
Sewaktu kuliah hubungan Taeyeon dan junho sangat dekat . mereka lulus bersama sampai suatu hari junho menghilang selama dua tahun. Ketika ia kembali dan bertemu Taeyeon ia memberi tahu Taeyeon bahwa ia telah menghamili anak dari rekan bisnis ayahnya, ia melakukan itu dibawah alam sadarnya dan ia harus bertanggung jawab. Dan ketika malam itulah terjadi malam perpisahan antara keduanya . setelah tahu anak  junho sudah berusia satu tahun Taeyeon yang ketika itu tidak bisa berbuat apa apa dengan keadaan pun akhirnya menyembunyikan kehamilannya. Sampai ia bertemu woo bin yang bersedia menikahinya.
Namun karena ikatan cinta antara junho dan taeyeon terlalu kuat . woo bin tak bisa lagi menahan Taeyeon dan menceraikannya dengan syarat memberikan hak asuh Jong In pada woo bin. Woo bin menyayangi Jong In seperti anaknya sendiri.
“ayah , terima kasih telah mencintaiku dan ibu dengan setulus hatimu. Darimu aku belajar ketulusan. Meski kau bukan ayah kandungku , aku akan tetap menggunakan marga Kim seumur hidupku agar tetap memperpanjang keturunan Kim. Ayah junho akan sudah memiliki ka Taemin marga Leeakan hidup di keturunannya kakakku. Aku mencintaimu ayah. Selamanya kau adalah ayahku” Jong In menghapus air matanya
Soo Jung mendekat dan memeluk Jong In dari belakang, ia meletakkan kepalanya di pundak Jong In
“ayahmu sudah tenang disana, jangan menangis lagi eoh?”
Jong In menganngguk dan mengeratkan ikatan tangan Soo Jung di perutnya.
Sore itu, setelah mengunJungi makam woobin ayahnya, di bawah pancaran sinar mentari yang hampir tenggelam , Soo Jung dan Jong In masih bermain air di pesisir pantai tangan mereka terjalin begitu erat, Soo Jung berjalan mundur menghadap Jong In yang menatap lembut kearahnya. Tatapan yang dipenuhi cinta yang membuncah. Soo Jung berhenti dan menatap Jong In sendu.
“jangan pernah merasa sendirian lagi , aku akan selalu bersamamu meski aku tak bisa bernafas , meski suatu hari nanti jantung ini berhenti berdebar seperti ini . kau tetap disini hanya ada dirimu. Selamanya” Soo Jung mengarahkan tangan Jong In tepat di jantungnya.
Terulas senyum indah di wajah Jong In , ia menarik Soo Jung ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala gadisnya.
“terima kasih telah menjadi seseorang yang membuatku tetap semangat menjalani hidupku yang sangat sakit ini. Aku mencintaimu , aku mencintaimu dengan sepenuh jiwaku. Aku mencintaimu”
Kisah ini di tutup dengan kecupan hangat antara Soo Jung dan Jong In di balik senja.

*fin*